LELAH

Di sudut kamar yang temaram,  

terbuka layar penuh harapan,  

tangan lemah masih berjuang,  

menuliskan mimpi yang belum usai.  


Kacamata bertengger redup,  

menyaksikan mata yang perlahan tunduk,  

jemari tak lagi menari,  

terjatuh dalam lelah yang sunyi.  


Buku-buku bertumpuk rapi,  

diam seribu bahasa,  

seolah tahu, dalam tiap lembar,  

tersimpan tekad yang tak akan pudar.  


Dalam lelah, ada doa,  

terbisik lirih tanpa suara,  

karena perjalanan belum selesai,  

dan esok cahaya akan menyapa


CINTA YANG TAK TERBATAS

Aku ingin mencintaimu  

lebih banyak dari debar—  

dalam setiap denyut yang menggema,  

mengisi sunyi dengan getar namamu.  


Aku ingin mencintaimu  

lebih besar dari sabar

menanti dalam doa,  

merangkai harapan dalam ketulusan yang tak pudar.  


Aku ingin mencintaimu  

lebih lama dari selamanya—  

melebur waktu dalam kenangan,  

mengabadikan kasih dalam keabadian.  


Di antara bintang dan senja,  

di antara nafas dan doa,  

cinta ini tetap ada, tetap nyata, tetap mengakar.  

Karena untukmu, aku ingin mencinta  

tanpa batas, tanpa akhir.


TAK PERNAH KITA TAHU


Tak pernah kita tahu,

kapan napas ini jadi yang terakhir,

di jalanan sepi, di rumah sendiri,

atau di tengah riuh dunia yang tak peduli.


Tak pernah kita tahu,

sedang apa kita saat waktu menjemput,

tersenyumkah, menangiskah,

atau justru lupa bahwa hidup hanya titipan sesaat.


Tak pernah kita tahu,

bagaimana caranya kita berpulang,

apakah ringan langkah menuju surga,

atau berat karena dunia yang kita genggam terlalu erat.


Maka jangan tunda kebaikan,

karena ajal tak pernah berjanji akan datang saat kita siap.

Setiap hari adalah kesempatan,

untuk memperbaiki diri dan menabur amal dalam sunyi.


Hari ini mungkin kita yang menangis,

esok bisa jadi kita yang dibacakan doa,

semoga saat waktu itu tiba,

kita pulang dalam husnul khatimah…

dipanggil Allah dalam keadaan terbaik,

di waktu terbaik,

dengan bekal yang cukup.

PERSAHABATAN

 Di antara tawa dan air mata,  

kita melangkah tanpa ragu,  

saling menggenggam dalam cerita,  

menjalin kenangan yang tak kan layu.  


Kau dan aku, bukan sekadar nama,  

tapi hati yang saling memahami,  

tak perlu banyak kata,  

cukup hadir dan tetap menemani.  


Saat dunia terasa berat,  

ada bahu tempat bersandar,  

saat langkah terasa penat,  

ada tangan yang tetap mengajar.  


Persahabatan bukan sekadar kebersamaan,  

tapi kepercayaan yang tak tergoyah,  

menjadi rumah saat tersesat,  

menjadi cahaya di setiap arah.


JANGAN LELAH, POKOKNYA

Jangan lelah, pokoknya, walau langkahmu pelan,

Langit tetap biru, meski tertutup awan.

Hari ini berat? Besok bisa terang,

Asal hati bertahan, semangat pun menjulang.


Jangan lelah, pokoknya, meski dunia sepi,

Ada doa yang lirih, menembus langit tinggi.

Peluh dan air mata, bukan tanda kalah,

Tapi bukti kuatmu, tak mudah menyerah.


Kalau jatuh, rehatlah, jangan menghilang,

Karena cahaya harapan, selalu datang terang.

Mimpi tak pernah menertawakan yang lambat,

Yang penting terus jalan, meski perlahan amat.


Jangan lelah, pokoknya, ini belum selesai,

Masih banyak senyum yang bisa kau bagi nanti.

Tuhan tak tidur, Dia tahu usahamu,

Peluk dirimu, dan bilang: "Aku mampu!