PAGI YANG MEMBUKA HARAPAN

 Pagimu adalah bagian dari hidupmu,  

Cahaya lembut menyapu tanah sujud,  

Membuka lembaran hari dengan syukur,  

Membiarkan harapan tumbuh dalam sejuk.  


Biarkan fajar membawa ketenangan,  

Hembusan angin menyapa penuh makna,  

Jalani hari dengan langkah ringan,  

Smbut dunia dengan hati bahagia


SELEBIHNYA, HATI- HATI

Rangkul mereka yang sejalan,  

Langkah-langkah bertaut dalam tenang,  

Saling menguatkan di jalan panjang,  

Menemukan makna tanpa bimbang.  


Temani mereka yang menghargai,  

Senyum jujur yang tak berpura,  

Kata-kata lembut penuh makna,  

Hadir bukan sekadar sementara.  


Bahagiakan mereka yang baik-baik,  

Tanpa pamrih, tanpa berat,  

Melihat senyum sebagai cahaya,  

Memberi tanpa berharap balas.  


Doakan mereka yang memanusiakan,  

Yang tak sekadar melihat rupa,  

Yang memahami tanpa menghakimi,  

Menyayangi dengan tulus jiwa.  


Selebihnya hati-hati,  

Melangkah dengan penuh sadar,  

Karena dunia tak selalu ramah,  

Namun kebaikan tetap berpendar


SATU IKHLAS

Aku menghabiskan waktuku

Bukan untuk menghapus luka,

Tapi untuk mencari

Satu titik ikhlas

Yang bisa menetap

Di antara reruntuhan kecewa

Yang terus-menerus

Memanggil namaku.


Aku mencoba berdamai,

Dengan segala hal yang tak bisa kupeluk

Dengan segala harapan

Yang patah bahkan sebelum tumbuh.

Berjuta-juta ketidakterimaan

Berdesakan dalam dadaku,

Seperti tamu tak diundang

Yang menolak pulang.


Dan setiap malam,

Aku tenggelam perlahan

Dalam lautan kecewa

Yang dinginnya menusuk

Hingga ke tulang paling dalam.

Namun di tengah tenggelam itu,

Ada setitik harapan,

Bahwa aku masih bisa bernapas,

Meski hanya dengan air mata.


Aku ingin satu hal saja

Ikhlas.

Bukan pasrah,

Bukan menyerah.

Tapi sebuah ikhlas yang tumbuh

Karena aku memilih untuk memahami,

Bukan melupakan.

Yang datang bukan karena aku kuat,

Tapi karena aku lelah,

dan tahu…

Allah tak pernah benar-benar meninggalkan


TUMBUH DENGAN INDAH

Dalam tiap langkah yang kujejak,  

Ada syukur yang mengakar kuat.  

Hati penuh cahaya, tak redup oleh luka,  

Aku bangga menjadi aku, apa adanya.  


Tak perlu sempurna untuk bercahaya,  

Cukup hati yang lapang, jiwa yang ceria.  

Tumbuhlah, wahai perempuan, dalam keindahan,  

Seperti bunga yang tak ragu bermekaran


SUJUD DI TANAH PENGORBANAN

 Takbir menggema di langit malam,  

Bersama doa yang khusyuk mendalam.  

Di jejak Ibrahim, cinta teruji,  

Demi ridha Ilahi, hati pun merelakan diri.  


Sujudku dalam syukur nan tulus,  

Di atas tanah yang suci dan lurus.  

Pengorbanan bukan sekadar kata,  

Melainkan cinta yang nyata terasa.  


Dari tangan yang memberi tanpa ragu,  

Dari hati yang ikhlas merelakan sesuatu.  

Sapi dan kambing sebagai tanda,  

Bahwa kasih berbagi adalah cahaya.  


Idul Adha, momen penuh makna,  

Belajar dari jejak Ibrahim yang setia.  

Semoga setiap titah yang kita jalani,  

Mengantar kita pada cahaya Ilahi.