Semoga Allah berkahi Jumatku, dan Jumatmu

Dalam sunyi subuh yang berbisik lembut,  

kutitipkan harap di sela doa yang khusyuk.  

Agar setiap detak langkah kita hari ini,  

berjalan di bawah naungan ridha Ilahi.


Semoga Jumatku, dan Jumatmu,  

menjadi taman amal yang harum mewangi,  

dari salam hangat pada sesama,  

hingga bisikan syukur dalam hati yang tak henti.


Jika harimu lelah, semoga damai-Nya memeluk,  

jika harimu tenang, semoga syukurmu tak putus.  

Untukmu yang jauh namun dekat dalam doa,  

semoga berkah-Nya melimpah seluas samudra.


HARI INI

Hari ini bukan sekadar ulangan dari kemarin,  

tapi undangan baru dari Allah  

untuk mencoba lagi

lebih sabar, lebih ikhlas,  

lebih percaya bahwa kebaikan  

tidak pernah sia-sia.


Jika langkahmu terasa lambat,  

ingat: bunga pun tak mekar dalam sehari.  

Tugasmu bukan berlari kencang,  

tapi tetap berjalan walau pelan,  

asal arahmu tetap pada harapan


PAGI ADALAH BUKU SEGALA KEMUNGKINAN

 Pagi adalah buku segala kemungkinan,

Dengan halaman-halaman putih yang menunggu disentuh niat,

Namun bila kau membuka lembar pertamanya  

dengan beban ekspektasi yang melambung,  

Maka bisa jadi hanya sunyi yang menjawab,  

Hampa yang bersuara paling lantang.


Tapi lihatlah...  

Saat kau hirup kelegaan dalam embun,  

Merasakan kesejukan angin menepuk pelipis,  

Menyerap kebeningan cahaya pertama,

Kau pun sadar,  

Euforia itu tidak terletak pada hasil,  

Melainkan pada kesempatan  

untuk hidup hari ini...  

sekali lagi.


Karena, bukankah bisa saja  

Kau tak bangun lagi pagi ini?  

Namun Alloh memilihkan yang lain:  

Kesempatan.  

Untuk mencintai, berbuat baik,  

Dan menyadari bahwa hidup itu sendiri  

Adalah anugerah yang tidak diulang


AKU MENULIS PUISI TENTANG KAMU

Aku menulis puisi tentang kamu

bukan karena kata-kata itu manis,  

tapi karena di matamu,  

semua luka bisa berubah jadi doa yang tenang.


Aku menulis puisi tentang kamu,  

sebab diam-mu lebih jujur dari ribuan bait—  

dan dalam senyum kecilmu,  

aku menemukan alasan untuk percaya lagi.


Bukan cuma tinta yang bicara,  

tapi rindu, syukur, dan harap yang kau ajarkan tanpa sadar.  

Kamu...

adalah puisi yang tak pernah selesai kutulis.


Selamat Datang, Pakde dan Toyik (Misi ke 12)

Langkah kalian datang bukan hanya sekadar hadir,  

tapi membawa niat, cinta, dan harapan yang tak pernah letih berpikir.  

Di antara reruntuh sunyi dan rumah yang menanti pelukan,  

kalian datang membawa atap harapan dan dinding perjuangan.


Pakde dengan langkah teduhnya,  

Toyik dengan senyum yang menyala,  

berdua menyatu dalam kisah para pejuang  

yang tak hanya membangun rumah, tapi juga membangkitkan jiwa-jiwa yang pernah kehilangan.


Ini bukan sekadar misi,  

ini perjalanan cinta yang dibungkus dalam video,  

disaksikan ribuan mata, tapi dikerjakan dengan hati yang sunyi  

tanpa pamrih.


Selamat datang dalam pelukan Misi Ke-12,  

di mana CAA bukan hanya nama,

tapi cahaya yang menuntun langkah bagi anak-anak yang tak lagi punya rumah untuk pulang.  

Kini mereka punya tempat,  

punya cerita,  

karena kalian memilih untuk datang dan menjadi bagian dari keajaiban itu.


Batang,11 Juni 2025

CAA Lovers