Di malam yang diam,
Aku mencari wajahmu dalam cahaya bulan
Dan kusampaikan salam lewat bintang-bintang
Yang berpendar, menjadi saksi betapa rindu ini tak pernah redup.
Jarak memang membuat langkahmu tak terlihat,
Tapi doaku sudah lama lebih dulu sampai.
Sujud demi sujud, kusebut namamu
Dalam diam yang hanya Allah dengar.
Sebab cinta yang benar tak selalu bicara,
Tapi ia mendoakan.
Dan rindu yang suci
adalah yang tak memaksa, Hanya menunggu dalam sabar
Dan menyandarkan hatinya kepada Rabb yang Maha Membolak-balikkan rasa.
Jika kau tahu betapa sunyinya malam tanpa kabar,
Ketahuilah, ada zikir yang menyelipkan namamu,
Ada air mata yang jatuh,
bukan karena lemah,
Tapi karena berharap Allah menyatukan
Dua jiwa yang sama-sama memilih-Nya.
Malam ini aku menatap langit yang sama,
Seperti yang kau pandangi di tempatmu.
Di sanalah kita bertemu,
Dalam harap, dalam iman,
Dalam cinta yang tak pernah sendirian
Karena Allah selalu jadi perantara rindu