Terima kasih, diriku…
untuk malam-malam panjang yang kamu lalui sendiri,untuk doa-doa yang tak terdengar,
untuk tangis yang tak pernah kamu tunjukkan.
Aku bangga padamu…
karena sejauh ini, kamu tidak hilang—
kamu tetap memilih bertahan.
Terima kasih, diriku…
untuk malam-malam panjang yang kamu lalui sendiri,Dalam diamku ada ribuan kata
Yang tak sempat kutuliskan pada semesta
Tapi Allah tahu segalanya
Tentang luka, tentang doa yang kusembunyikan di balik senyuman biasa
Wajah ini mungkin tampak tenang
Tapi hati? Pernah karam berkali-kali dan tetap memilih pulang
Pulang pada harap, pada cinta yang tak menuntut balasan
Pada perjuangan yang tak semua orang mengerti jalan
Aku tak butuh tepuk tangan
Tak perlu dipahami oleh setiap insan
Cukuplah Allah tahu apa yang kuperjuangkan
Dan aku tetap di sini… melangkah dalam iman
Terima kasih, diriku…
Untuk pagi-pagi yang kamu Jalani meski semalam kamu menangis.
Untuk tetap tersenyum di depan banyak orang,
Padahal hatimu sedang remuk di dalam diam.
Terima kasih,
Sudah memilih sabar,
Padahal kamu punya banyak Alasan untuk menyerah.
Sudah memilih diam,
Padahal kamu ingin sekali didengar.
Aku tahu, kamu pernah lelah.
Pernah merasa sendiri.
Pernah merasa tidak ada yang paham.
Tapi kamu tetap melangkah.
Tidak sempurna, tapi sungguh luar biasa.
Diriku yang tercinta…
Maaf jika selama ini aku terlalu keras padamu,
Menuntutmu untuk kuat terus,
Padahal kamu juga butuh pelukan,
butuh jeda, butuh istirahat.
Hari ini,
Aku ingin bilang:
Kamu hebat.
Bukan karena kamu tak pernah jatuh,
Tapi karena kamu selalu mau bangkit, meski berkali-kali roboh.
Terima kasih…
Sudah bertahan sejauh ini.
Insyaa Allah, pelan-pelan… Semua akan terbayar.
Bukan hanya di dunia, tapi juga di sisi-Nya.
Peluk untuk diri sendiri,
Karena tidak ada yang lebih Tahu perjuanganmu, selain Allah dan dirimu sendiri.
Aku pernah merasa dunia terlalu sunyi,
saat langkah-langkahku berat dan sendiri,
lalu Allah kirimkan dirimu,
sebagai bukti bahwa kebaikan itu nyata,
dan kasih sayang bisa hadir tanpa diminta.
Mbak Endah...
entah dari mana harus kumulai mengucap terima kasih,
karena bahkan rasa syukurku pun tak cukup untuk membalas
apa yang telah Mbak berikan dalam diam,
dengan tulus, tanpa pernah meminta kembali.
Doaku hari ini dan seterusnya,
semoga Allah selalu menyelimutimu dengan rahmat,
menjagamu dalam sebaik-baik penjagaan,
dan menumbuhkan kebahagiaan yang tak pernah layu
di setiap musim hidupmu.
Barakallahu fii umrik, Mbak Endah…
Semoga setiap langkahmu dilapangkan,
dan setiap niat baikmu diganjar surga tanpa hisab.
Dari aku,
yang menulis ini sambil menangis,
karena terlalu banyak kebaikanmu yang tinggal di hatiku.