LOMBA CIPTA PUISI 2025

 Kukira hanya menulis rasa, ternyata bisa ikut serta...

Bismillah, sudah terkirim puisinya ✍️

Langkah kecil dari Alas Roban, menuju semesta kata


Terima kasih, diriku…

Terima kasih, diriku…

untuk malam-malam panjang yang kamu lalui sendiri,
untuk doa-doa yang tak terdengar,
untuk tangis yang tak pernah kamu tunjukkan.
Aku bangga padamu…
karena sejauh ini, kamu tidak hilang—
kamu tetap memilih bertahan.



"Dalam Diamku"

Dalam diamku ada ribuan kata

Yang tak sempat kutuliskan pada semesta

Tapi Allah tahu segalanya

Tentang luka, tentang doa yang kusembunyikan di balik senyuman biasa


Wajah ini mungkin tampak tenang

Tapi hati? Pernah karam berkali-kali dan tetap memilih pulang

Pulang pada harap, pada cinta yang tak menuntut balasan

Pada perjuangan yang tak semua orang mengerti jalan


Aku tak butuh tepuk tangan

Tak perlu dipahami oleh setiap insan

Cukuplah Allah tahu apa yang kuperjuangkan

Dan aku tetap di sini… melangkah dalam iman


Untuk kamu, yang ada di cermin…

aku tahu lelahmu,

aku tahu luka yang kamu simpan diam-diam.

Tapi lihatlah,

kamu tetap di sini
masih berdiri, masih berjuang.
Terima kasih, ya.

Untuk Diriku yang Masih Bertahan

Terima kasih, diriku…

Untuk pagi-pagi yang kamu Jalani meski semalam kamu menangis.

Untuk tetap tersenyum di depan banyak orang,

Padahal hatimu sedang remuk di dalam diam.


Terima kasih,

Sudah memilih sabar,

Padahal kamu punya banyak Alasan untuk menyerah.

Sudah memilih diam,

Padahal kamu ingin sekali didengar.


Aku tahu, kamu pernah lelah.

Pernah merasa sendiri.

Pernah merasa tidak ada yang paham.

Tapi kamu tetap melangkah.

Tidak sempurna, tapi sungguh luar biasa.


Diriku yang tercinta…

Maaf jika selama ini aku terlalu keras padamu,

Menuntutmu untuk kuat terus,

Padahal kamu juga butuh pelukan,

butuh jeda, butuh istirahat.


Hari ini,

Aku ingin bilang:

Kamu hebat.

Bukan karena kamu tak pernah jatuh,

Tapi karena kamu selalu mau bangkit, meski berkali-kali roboh.



Terima kasih…

Sudah bertahan sejauh ini.

Insyaa Allah, pelan-pelan… Semua akan terbayar.

Bukan hanya di dunia, tapi juga di sisi-Nya.


Peluk untuk diri sendiri,

Karena tidak ada yang lebih Tahu perjuanganmu, selain Allah dan dirimu sendiri.