HUJAN PAGI INI

Di balik tirai

Hujan jatuh tanpa henti,

Menyusuri tanah, menyusuri sepi,

Membawa aroma rindu yang sulit dimengerti.


Derasnya mengetuk lembut,

Seolah mengetuk pintu hati,

Mengingatkan bahwa setiap luka,

Punya caranya sendiri untuk sembuh.


Aku duduk menatap diam,

Hujan jadi teman yang paling setia,

Menyimpan cerita,

Yang hanya bisa dibaca oleh jiwa.



AUTHOR

Seorang penulis tidak selalu menulis tentang dirinya sendiri.

Tulisan galau bukan berarti ia sedang patah hati.

Tulisan jatuh cinta bukan berarti ia sedang mabuk asmara.

Tulisan sedih pun, bukan berarti ia sedang menangis.


Kadang tulisan lahir dari imajinasi.

Kadang pula dari cerita nyata orang lain.

Bisa jadi, justru yang ia tulis adalah kisahmu,

yang tak pernah kau utarakan, tapi diam-diam ia rasakan lewat kata.


Begitulah penulis, menulis bukan sekadar tentang dirinya,

tapi tentang kehidupan, tentang kita semua.




Focus on what matters,

Focus on what matters,

bukan sekadar hiruk pikuk dunia

yang sering menuntut lebih dari yang kita punya.


Ada yang sederhana,

tapi justru membawa bahagia

senyum tulus, doa yang lirih,

pelukan hangat tanpa syarat.


Hiduplah dengan jiwa yang ringan,

lepaskan yang tak memberi kedamaian.

Karena yang benar-benar berarti

tak pernah pergi,

ia selalu tinggal di hati.


RINDU TAK PERNAH USAI

Ada rindu yang tak pernah usai,

seperti malam yang setia pada bintang.

Ada luka yang tak terucap,

hanya bisa kutitipkan pada langit yang diam.


Kadang sakit itu tak terlihat,

tapi terasa dalam setiap detak.

Dan di balik senyum yang kubagi,

ada hati yang diam-diam berdarah sendiri.


Masyaa Allah… sakiiittt, tapi biarlah waktu yang merawat.

Karena aku percaya, setiap rasa yang patah

akan Allah ganti dengan indah.






HUT RI KE-80

Bendera Merah Putih

Merah menyala, putih bersih,

Berkibar di langit pertiwi.

80 tahun kita merdeka,

Bersatu, berdaulat, terus melangkah pasti.

Dari sabang sampai merauke,

Suara rakyat adalah nyanyian jiwa.

Semangat pahlawan takkan pudar,

Untuk Indonesia, tanah air tercinta