Di bawah langit yang menangis pelan,
Hujan sore turun seperti doa yang diam.
Ada jejak langkah yang tak lagi kembali,
Ada pelukan yang tertinggal di hati.
Enam tahun bukan sekadar waktu,
ia menjahit kenangan, tawa, dan rindu.
Mbak, engkau bukan hanya penolong,
engkau saudara dalam diam yang tulus dan panjang.
Hari ini, engkau pamit dengan alasan mulia,
menyambut cucu yang akan lahir ke dunia.
Dan aku, yang terbiasa melihatmu di pagi hingga sore hari,
menangis dalam syukur dan haru yang tak henti.
Maaf atas khilaf yang pernah singgah,
terima kasih atas sabar yang tak pernah lelah.
Kita saling memaafkan, saling mendoakan,
di bawah hujan yang menjadi saksi perpisahan.
Semoga langkahmu diberkahi cahaya,
semoga cucumu lahir dalam pelukan bahagia.
Dan semoga perpisahan ini bukan akhir,
melainkan awal dari doa yang terus mengalir.




