Sepertiga malam

Tiga hari ini sakit cukup berat sampai benar-benar tidak berdaya. Alhamdulillah malam ini dokter datang memeriksa, dan kondisi mulai membaik.

Masyaa Allah… di saat sakit, aku makin paham siapa yang benar-benar peduli. Sekali lagi, sahabat-sahabatku yang justru menjadi penolong utama. Semoga Allah membalas semua kebaikan mereka, dan memberikan kesembuhan total untukku. 



Mengetuk Pintu Langit di Sepertiga Malam


Di sepertiga malam yang sunyi ini, ketika pintu langit terbuka dan doa-doa naik tanpa penghalang… 

aku kembali mengetuk pintu-Mu, Ya Rabb.  

Besok adalah hari Jumat, penghulu segala hari.  

Aku ingin menyambutnya dengan hati yang tenang, bersih, dan bersandar penuh pada-Mu.


Ya Allah…  

Lindungi hatiku dari rasa ingin tahu  

tentang hal-hal yang hanya akan melukai  

dan merampas ketenanganku.  

Jauhkan aku dari kabar, prasangka, dan perasaan  

yang bisa membuat jiwaku goyah.


Dan Ya Rabb…  

Tuntun aku pada apa yang membawa bahagia,  

yang menenangkan jiwa, dan Engkau ridhai.  

Perlihatkanlah kepadaku kebaikan yang Kau simpan,  

dan jauhkan aku dari sesuatu yang Kau tahu  

tidak baik untuk diriku.


Pertemukan aku dengan orang-orang  

yang pantas disambung tali silaturahim,  

yang kehadirannya mendekatkan aku kepada-Mu,  

bukan menjauh dari rahmat-Mu.  

Karuniakan aku sahabat-sahabat yang saling menguatkan,


Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad  

wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.  


Aamiin ya Rabbal ‘alaamiin. 🤲✨


Semoga sepertiga malam ini menjadi saksi  

akan doa-doaku yang Kau ijabah, Ya Rabb.











DROP

Kadang tubuh diuji, kadang langkah terasa berat.

Tapi hatiku yakin… kalau Allah izinkan aku melewati ini, berarti Allah tahu aku mampu.


Biar pelan, biar dari kamar, aku tetap jalanin amanah satu per satu.

Yang penting terus bergerak, terus berusaha, terus bertawakkal.

Karena setiap sakit pasti ada pelajaran, dan setiap ujian selalu membawa kebaikan. 









Doa Merubah Takdir: Dari Gelap Menuju Cahaya

"Takdir bukanlah akhir, ia bisa berubah dengan doa dan harapan yang tulus." 

Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi shaqiyyan aw mahruuman, famhu Allahumma bifadhlika wa athbitni sa‘idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.

Ya Allah, jika Engkau menuliskan aku sebagai orang yang celaka atau terhalang, maka hapuslah dengan karunia-

"Doa ini adalah pengingat bahwa setiap malam membawa kesempatan baru. Takdir bisa berganti, cahaya bisa lahir dari gelap, selama kita masih berdoa dan berharap kepada-Nya."

dan tetapkanlah aku sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, serta diberi taufik untuk kebaikan.

Sunyi yang Menyembuhkan

 Wa istagni ‘amman syi’ta takun nadziroh

Berlepaslah dari siapa pun yang kau kehendaki, niscaya kau menjadi pemberi peringatan.

Ada saat di mana sunyi justru menjadi ruang penyembuhan. Dalam kesepian, kita belajar bahwa tidak semua orang akan mendengar, tidak semua akan menerima. Namun tugas kita tetap sama: menyampaikan kebaikan.

Refleksi

  • Sunyi bukan berarti berhenti, melainkan kesempatan untuk mendengar suara hati.

  • Menyampaikan kebaikan tidak harus ramai, cukup ikhlas dan konsisten.

  • Peringatan yang lahir dari ruang sederhana bisa lebih menyentuh daripada panggung besar.





Jangan takut pada sepi. Justru di sanalah niatmu diuji.

Kebaikan tidak selalu mendapat tepuk tangan. Tapi ia selalu bernilai di sisi Allah.