PROMO E-BOOK

TERGODA ISTRI TETANGGA

Karya: langit didada

Rumah tangga itu terlihat baik-baik saja…
sampai satu pesan datang.

Dari seorang tetangga.

Dan sejak saat itu,
tidak ada yang benar-benar sama lagi.

Sebuah kisah tentang
rahasia, kebutuhan hidup,
dan pilihan yang tidak selalu hitam atau putih.

Kisah yang mungkin…
terjadi di sekitar kita.

📖 E-Book – 40 BAB
💰 Harga: Rp20.000


Minat membaca kisah lengkapnya?
Silakan chat ya.




E-BOOK PROMO

"E-book ini bukan sekadar cerita, tapi jejak langkah seorang perempuan yang belajar percaya. Dari luka yang dilipat rapi dalam doa, hingga cinta yang tumbuh pelan-pelan, setiap halaman adalah perjalanan menuju sembuh."

Tersedia sekarang! Harga: Rp15.000 

📩 DM/WhatsApp untuk pembelian +62 895-4293-02105




📚 PROMO E-BOOK ISTRI KEDUA

Tentang perempuan yang bertahan dalam hening,

dan laki-laki yang selalu kembali setiap kali rindu tak lagi bisa ia tahan.

Cinta yang tidak perlu bising

cukup dirasakan, cukup dipercayai.

Novel romance lembut, dewasa, dan menenangkan.

💸 Harga: Rp 20.000
📩 Mau order? Chat aku yaaa… (+62 895-4293-02105)





Walau Tidak Ditemani

Malam itu sunyi. Lampu kecil di sudut kamar menyala redup, seakan enggan mengusir gelap. Di meja kayu sederhana, seorang perempuan duduk menatap lembaran kosong. Pena di tangannya bergetar, bukan karena lelah, melainkan karena perasaan yang sulit ia ungkapkan.

“Walau tidak ditemani, aku bisa sendiri,” bisiknya lirih. Kata-kata itu ia tulis perlahan, seolah menjadi janji pada dirinya sendiri.

Hari-hari sebelumnya, ia terbiasa menunggu seseorang mendengar ceritanya, menanti ada yang mengulurkan tangan. Namun semakin lama ia sadar, tidak semua keheningan harus diisi dengan suara orang lain. Ada kalanya diam justru lebih menenangkan.

“Walau tidak didengar, aku bisa diam,” tulisnya lagi. Ia tersenyum tipis. Diam bukan berarti kalah, melainkan cara menjaga hati agar tetap kuat.

Kesepian memang sering datang, mengetuk pintu tanpa permisi. Tapi ia belajar menerima. Ia berusaha terbiasa, menjadikan sepi sebagai sahabat yang mengajarkan ketabahan.

Di luar jendela, bulan separuh menggantung. Ia menatapnya, merasa seolah bulan itu pun mengerti: meski sendirian di langit, ia tetap bersinar.

Perempuan itu menutup bukunya. Ia tahu, besok kesepian mungkin kembali. Namun ia juga tahu, dirinya sudah lebih kuat. Karena dalam diam, ia menemukan arti. Dalam sepi, ia menemukan dirinya sendiri.



Terbiasa Sendiri

Walau tidak ditemani,

aku belajar berjalan sendiri, menyulam langkah di jalan sepi, menemani diriku dengan doa yang tak pernah mati.

Walau tidak didengar, aku memilih diam, membiarkan suara hatiku menjadi rahasia yang hanya aku pahami.

Kesepian datang seperti bayangan, melekat di sudut ruang, namun aku berusaha, agar terbiasa dengan sunyi yang panjang.

Karena dalam sepi, aku menemukan kekuatan, dalam diam, aku belajar ketabahan.

Walau tidak ditemani, aku tetap bisa berdiri, walau tidak didengar, aku tetap bisa berarti.