Saat Aku Belajar Mencintai Diri


Aku terlalu sering menyalahkan diri,

Pada luka yang tak sempat aku hindari,

Menyebut diri ini lemah dan tak berarti,

Hingga lupa… cara membahagiakan diri sendiri.


Malam-malamku penuh suara yang berisik,

Tentang “aku yang kurang” dan “aku yang gagal”,

Aku menelan semua tanpa sempat menjerit,

Seolah air mata pun tak layak ku kenal.


Hari ini aku lelah memusuhi diriku,

Lelah berpura-pura semua baik-baik saja,

Aku ingin memeluk semua rapuh dalam kalbu,

Meski tangan ini gemetar menerimanya.


Perlahan aku belajar menyebut namaku dengan lembut,

Tanpa benci, tanpa kata yang melukai,

Jika dunia tak pernah benar-benar memelukku,

Setidaknya… aku tak lagi meninggalkan diri sendiri.

Quote Islami


Jika harus iri, 

irilah kepada kematian yang indah, 

bukan iri

pada kehidupan yang megah.

LCPN 2026 - EVENT MENULIS NASIONAL


Alhamdulillah, dengan penuh syukur hari ini saya telah mengirimkan satu karya puisi untuk mengikuti Lomba Menulis Puisi 2026

Mengikuti ajang seperti ini menjadi ruang belajar sekaligus cara saya merawat rasa melalui tulisan.


Semoga  mendatangkan keberkahan, pengalaman, dan ilmu baru.

Terima kasih kepada semua yang selalu memberi dukungan tanpa henti.


— Langit Didada


Mas Ton - LOMBA CERPEN NASIONAL


Ada cerita yang tak lagi untuk diulang,

tapi cukup dituliskan… lalu diikhlaskan.

Mas Ton, sebuah cerpen yang lahir dari perjalanan rasa, kini melangkah mengikuti lomba cerpen nasional.

“Batang Bahagia, Tanah yang Menumbuhkan Kita”

Di tanah tempat matahari pertama kali kita sapa,

Batang berdiri teduh, enam puluh tahun sudah usianya.

Di sela angin pesisir dan sejuk pegunungan,

ada doa-doa yang tumbuh pelan,

menjadi harapan, menjadi masa depan.


Batang adalah rumah—

tempat langkah kecil kita belajar berjalan,

tempat tawa dan kerja keras bertemu,

tempat setiap lorong menyimpan cerita

tentang siapa yang pernah kita jadi,

dan siapa yang ingin kita tuju.


Enam puluh tahun bukan hanya angka,

melainkan perjalanan panjang

yang ditopang gotong royong,

dihidupkan oleh tangan-tangan sederhana,

dan dijaga oleh hati-hati yang tak pernah lelah mencinta.


Di setiap bukitnya, ada harap bertunas.

Di setiap lautnya, ada mimpi terhampar luas.

Di setiap warganya,

ada bahagia yang saling menaut,

membentuk jalinan yang kita sebut:

Batang Bahagia.


Selamat ulang tahun ke-60, Kabupaten Batang.

Semoga tanah ini terus tumbuh,

mewarnai hari-hari kita

dengan kedamaian,

kelimpahan,

dan kebahagiaan yang tak terputus.