Baru sadar ternyata,
kita akan merasa baik-baik saja
kalau kita sibuk
Ada cinta yang direbut.
Ada rumah tangga yang hancur.
Dan ada bisikan gelap yang terus mengikuti… bahkan setelah semuanya luluh lantak.
“Kalau hidup harus bersama… maka mati pun harus bersama.”
— Langit Didada
Cerpen ini terinspirasi dari kisah-kisah nyata yang sering terdengar di luar sana.
Namun kali ini… kisahnya punya akhir yang paling tak terduga.
🌑 Baca selengkapnya di Wattpad: https://www.wattpad.com/user/langitdidada1608
PEL AKOR — Langit Didada
Jangan lupa kasih vote + komen ya, bestie-bestie manisss
Biar ceritanya makin naik dan banyak yang ikut merinding ðŸ˜
Pada luka yang tak sempat aku hindari,
Menyebut diri ini lemah dan tak berarti,
Hingga lupa… cara membahagiakan diri sendiri.
Malam-malamku penuh suara yang berisik,
Tentang “aku yang kurang” dan “aku yang gagal”,
Aku menelan semua tanpa sempat menjerit,
Seolah air mata pun tak layak ku kenal.
Hari ini aku lelah memusuhi diriku,
Lelah berpura-pura semua baik-baik saja,
Aku ingin memeluk semua rapuh dalam kalbu,
Meski tangan ini gemetar menerimanya.
Perlahan aku belajar menyebut namaku dengan lembut,
Tanpa benci, tanpa kata yang melukai,
Jika dunia tak pernah benar-benar memelukku,
Setidaknya… aku tak lagi meninggalkan diri sendiri.
Alhamdulillah, dengan penuh syukur hari ini saya telah mengirimkan satu karya puisi untuk mengikuti Lomba Menulis Puisi 2026
Mengikuti ajang seperti ini menjadi ruang belajar sekaligus cara saya merawat rasa melalui tulisan.
Semoga mendatangkan keberkahan, pengalaman, dan ilmu baru.
Terima kasih kepada semua yang selalu memberi dukungan tanpa henti.
— Langit Didada