IDE, TAHAJUD DAN PUASA

Semalam tak bisa tidur,

ide datang mengetuk pintu,

kerangka kutulis, eksekusi kulanjutkan,

koleksi novel eksklusif bertambah di KBM.

 

Tahajud menenangkan hati,

sahur menguatkan niat.

Tertidur sekejap, lalu bangun dengan mual,

asam lambung kembali naik.

 

Namun dengan Bismillah,

puasa sunah tetap kulanjutkan hari ini.

Lelah tubuh bukan alasan berhenti,

justru doa dan niat menjadi cahaya,

menuntun langkah di bulan mulia.



NOVELKU DI KBM

📚 Setiap judul hanyalah pintu.

Di baliknya, ada dunia fiksi yang penuh cinta, perjuangan, dan makna.

Novel-novelku di KBM siap menemani harimu dengan cerita yang tak biasa.

👉 Temukan kisahnya, rasakan imajinasinya

~ Langit DIdada




https://kbm.id/profile/penulis/bb578d83-96a4-4803-a2b7-a2c2ba264636


MARHABAN YA DZULHIJJAH 1447H

Selamat datang, Dzulhijjah

bulan tempat doa menjadi lebih lirih,

dan harapan menjadi lebih jernih.


Angin malam membawa bisik-bisik langit,

seolah mengingatkan hati

bahwa waktu terbaik untuk kembali

telah tiba lagi.


Dzulhijjah,

bulan yang memeluk rindu para perindu surga,

bulan yang mengetuk lembut

pintu-pintu taubat yang hampir rapuh,

bulan yang membentangkan jalan

menuju ampunan yang begitu luas.


Ya Allah…

di awal bulan mulia ini,

tenangkan hati kami, kuatkan langkah kami,

dan jadikan setiap detik yang kami jalani

sebagai saksi cinta kami kepada-Mu.


Selamat datang, Dzulhijjah

semoga Engkau membawa keberkahan,

membawa damai, membawa cahaya,

ke dalam hari-hari kami.Di Antara Takbir dan Doa yang Diam

Selamat Hari Raya Idul Adha 


Taqabbalallahu minna wa minkum.

Semoga Allah menerima setiap doa, keikhlasan, dan perjuangan kita yang sering kali tidak diketahui siapa pun selain-Nya.



DOA SAHUR DI BULAN MULIA

Tubuh lemah, perut bergejolak,

asam lambung naik, muntah yang tak tertahan.

Aku sudah hati-hati memilih santapan,

namun pikiran dan lelah tetap mengetuk pintu sakit.

 

Di sela bab novel yang harus rampung,

di antara live TikTok dan sunyi edit video,

badan berbisik lirih: “Istirahatlah, aku pun punya hak.”

 

Namun Alhamdulillah…

di bulan mulia ini, aku masih mampu

menjalankan puasa Dawud, puasa Dzulhijjah.

Saat sahur aku berdoa:

“Ya Allah, sehatkan, hamba ingin berpuasa sunah besok.”

 

Obat hadir, dikirim sahabat lama,

siang aku rebah, malam selepas Isya aku terlelap,

lalu bangun jam satu atau dua,

menyulam kata, menulis bab baru.

 

Sakit bukan penghalang,

justru ia mengajarkan sabar,

menyulam syukur di sela doa,

menjadikan ibadah lebih dekat,

lebih tulus, lebih indah

 

- Langit Didada

 

“Di sahur yang sunyi, doa tulus menjadi cahaya.”

SUKA & DUKA MENJADI PENULIS NOVEL

Menjadi penulis novel itu ibarat naik roller coaster emosi. 

Ada saat-saat penuh tawa, ada pula momen yang bikin hati ikut sesak.

Sukanya:

Menulis adegan bahagia membuatku seolah kembali jadi remaja, penuh mimpi dan semangat. Musik remaja jadi latar, imajinasi berlarian bebas.

Menciptakan tokoh yang hidup di kepala lalu menjelma di halaman, rasanya seperti punya sahabat baru.

Melihat pembaca baper karena cerita yang kutulis, itu menjadi kebahagiaan tersendiri.

Dukanya:

Ikut baper sendiri saat menulis konflik, sampai gemas dan malah memperpanjang adegan.

Disangka kisah pribadi, padahal itu hanya imajinasi.🤦🏻‍♀️

Lelah tapi puas, begadang demi menyelesaikan bab, lalu tersenyum melihat cerita akhirnya rampung.

Jadi...

Menulis novel bukan sekadar pekerjaan, tapi perjalanan rasa. Setiap kata adalah cermin hati, setiap bab adalah potongan jiwa. Suka dukanya justru yang membuat proses ini indah dan layak dikenang.

🔥 Siap-siap emosinya naik turun