TUAN

Tuan,

Di antara jarak yang tak selalu ramah

Aku titipkan rindu dalam doa yang tak lelah.

Bukan tentang pertemuan yang kupinta tiap detik,

Melainkan hatimu yang tetap berpihak padaku — meski dalam sunyi yang tak terusik.


Aku tak meminta dunia,

Hanya ingin jadi alas letihmu saat segala terasa hampa.

Tak perlu janji yang membuncah,

Cukup kepercayaan yang tak mudah goyah.


Tuan,

Jika malam datang menggiring sepi,

Percayalah, aku masih di sini.

Menjaga rasa,

Menjaga nama.


Cinta ini bukan bara yang membakar,

Tapi pelita kecil yang sabar.

Tak silau, tak padam,

Hanya ingin tumbuh dalam diam.


Dan bila langkahmu mulai letih melawan dunia,

Ingatlah ..aku ada,

Sebagai tempat pulang yang tak pernah bertanya,

"Hari ini kau milik siapa?"


INFUS DI PERGELANGAN TANGANKU

Pergelangan tanganku tak lagi kosong,

ada selang bening yang menggantikan doa.

Cairan masuk perlahan,

seperti harapan yang dipaksakan tetap hidup.


Aku diam,

tapi tubuhku bicara lewat tetes-tetes itu

tentang lelah yang tak sempat ditulis,

tentang luka yang tak bisa dijual.


Infus ini bukan kelemahan,

ia adalah tanda bahwa aku bertahan,

meski dunia tak tahu

berapa kali aku ingin menyerah.


Dan jika kamu melihatku terbaring,

jangan kira aku kalah.

Aku hanya sedang belajar

mencintai tubuhku yang terus berjuang.




TERNYATA CINTA ITU....


Hari itu sudah tidak seperti biasanya

Chatku hanya kau baca tanpa membalasnya

Karena aku sudah terbiasa

Tanpa kabar setiap harinya

 

Hingga diapun menghilang tak tahu tentang keberadaanya

Aksaraku tersedak sesaat, berkecamuk dalam pikiran

Hubungan kami baik-baik saja, tak ada perselisihan maupun pertengkaran

Secepat itu semesta merenggut hasta

 

Tak terasa tetesan air mata menggores kertas putih di depanku

Walau aku sudah terbiasa dengan kepergianmu

Hingga kedatanganmu untuk mengucap janji suci akan menemani hingga akhir waktu

Dengan lakara arungi surga dunia

 

Namun.. kebahagiaan itu hanya sekejap mata

Goresan pisau di hati sangatlah lara

Kini dia hadir kembali dengan rasa penyesalannya

Dan.. Apakah aku akan kembali menerima juga mempercayainya?

 

TULUS

 jika kamu bertanya

mengapa disaat kamu menyakitiku

dan aku masih saja tetap sayang dan mencintaimu

jawabanku cuma satu.. tulus

yaa.. sesakit apapun yang kamu berikan kepadaku

tak akan merubah rasa sayang dan cintaku padamu

tapi kamu juga harus ingat

orang yang tulus itu hanya akan kamu temukan

sekali dalam seumur hidupmu

kamu boleh mencari

kamu boleh memilih

bahkan jika kamu menemukan seseorang

yang mungkin menemukan kelebihan daripadaku

akan kupastikan tidak akan pernah sama

karena aku bisa bertahan sejauh ini denganmu

bukan karena kelebihanku

tapi karena ketulusanku


PURA-PURA

 Aku ingin pura-pura lupa,

bahwa sebentar lagi semua akan tamat.


Aku ingin pura-pura lengah

sebenarnya cerita yang susah payah

dirangkai mau angkat kaki.


Aku ingin pura-pura lalai,

Sesungguhnya cinta yang dulu ambisius,

penuh kejaran dan perasaan candu,

nyatanya cukup prihatin.


Aku ingin pura-pura lena,

sejujurnya kisah kita

akan menjadi nostalgia.


Sebatas itu, 

Sampai jumpa lagi.


_Natasha Rizki_