Poem : Ana Restuningtyas
Bulan purnama menyapa lewat jendela kamarku
Malam semakin pekat
Sunyi sepi di temani denting suara jam di dinding
Memegang sebuah pena, untuk mulai berkelana menggores tinta
Merambah kata lewat narasi cerita
Secangkir kopi hitam sudah kusiapkan
Kopi hitam yang selalu kuseduh untuknya
Dulu… sewaktu masih bersama
Kehidupan bahagia yang pernah kita jalani sebelumnya
Hingga akhirnya perpisahan itu merenggut pondasi jalinan cinta kita
Menulis cerita ini, sambil senyum senyum sendiri
Masih hangat pelukan eratmu
Masih membekas kecupan keningmu
Walau luka terpatri di dalam hati
Kusimpan rapat dalam album kenangan
Hadirmu dalam bayangan semu
Penyemangat kalbu setiap waktu
Walau kita tak bisa bersatu
Namamu selalu dalam doaku