MENIMBUN MASA LALU



Sejuta aksara menari di angkasa
mengeja kata tanpa makna
mengisi puisi-puisi sunyi
membisu dalam sepi
pada tiap ikhlas di ujung sujud
memeluk takdir suratan akhir

ada rapuh yang tersimpan rapih, tak ingin diintip angin lalu 
ada luka yang tersembunyi tawa, agar tak dibawa aliran gerimis jadi cerita
Mari kita menatakan senyuman
Biar masa lalu menjadi cerminan

JEDA



 

Pagi yang selalu kunanti

Ku awali dengan menyebut Asma Alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang

Memulai hari melangkah dengan pasti

Hangatnya mentari memberi semangat setiap insani

 

Pagi yang selalu menakjubkan

Dari udaranya yang segar, aku belajar tentang kesabaran

Kita adalah luka yang belum tersembuhkan

Kita masih butuh jeda untuk saling berinstropeksi diri

 

Menikmati sarapan dengan sebait puisi

Masih banyak hal yang ingin kutuliskan

Ingin ku ungkapkan rasa dalam kata

Tentang kita yang dipisahkan oleh keadaan

 

Secangkir kopi menemani pagi

Menghirup sinar matahari

Segala hal tentangmu, membuatku kian mencandu

Semakin liar dalam ruang imajiku

Bahwa aku sangat merindukanmu


AKU PERNAH BERTANYA

 Aku pernah bertanya,

apa sih tujuan hidupku?

Dan dalam keheningan,

hatiku menjawab:

“Hidupku bukan milikku sendiri.”


Maka, meski ragaku terbatas,

aku ingin kelak—saat nafasku berhenti—

ada bagian dari diriku yang tetap hidup,

yang terus memberi arti,

walau aku telah pergi.


Mataku mungkin akan terpejam selamanya,

tapi semoga bisa membuka pandangan bagi jiwa lain,

yang masih ingin melihat dunia…

yang masih punya mimpi.


Sebab aku percaya,

Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘alamin.

Segala ibadah, hidup, dan matiku… untuk Allah semata.


Terima kasih telah menjadi jembatan harapan ini.

Semoga kebaikan kecil ini membawa manfaat yang besar


TENTANG DIA

Puisi tercipta dari tumpukan imajinasi 
Tentang cerita yang secara tiba-tiba 
Ataupun tentang dia 

Hingga tertulis ratusan puisi
Padamu tuan
Berpuluh-puluh penghargaan
Kupersembahkan 
Rangkuman kata yang tak mampu terucapkan

16Mei2022
Ana Restuningtyas