KATA-KATA TIAP HARI

Orang yang mencintaimu itu bukan lah separuh dirimu yang lain, tapi dia adalah dirimu sepenuhnya ditempat yang lain.


TAK KAN BERPALING DARIMU



Tuan…  

Bagaimana aku bisa berpaling,  

jika langkahku masih menelusuri jejakmu,  

jika setiap bisik angin  

masih menyebut namamu?  


Pandanganku terpaku,  

bukan sekadar pada rupa,  

tapi pada makna yang kau tanamkan,  

pada cahaya yang tak pernah redup,  

pada hadirmu yang mengisi setiap ruang kosong.  


Bukan sekadar tatapan,  

tapi sebuah doa yang melangit,  

mengharap takdir tak menghapus jejak,  

agar aku tetap dalam orbitmu.


SAAT BERSAMAMU

 


Dear Tuan

Saat Bersamamu aku merasa tidak pernah hampa

Saat Bersamamu aku selalu bahagia

Saat bersamamu aku merasa tenang

Kamu tahu

Aku hanya ingin bersamamu

Aku ingin kamu berlama lama mendampingiku

Sebab begitu banyak perasaan yang tak bisa ku utarakan kepadamu


Aku merindukanmu




Rencana Bahagia

Disaat kamu ikhlas pada luka,

bukan berarti kamu kalah,

tapi hati sedang belajar

memeluk takdir dengan pasrah.


Dalam sunyi yang kamu terima,

dalam air mata yang kau biarkan jatuh,

di sanalah Allah menyulam pelan-pelan

sebuah bahagia yang belum kamu tahu.


Karena saat dunia tampak diam,

Langit sebenarnya sedang sibuk mendoakan,

menggenggam harapanmu yang kamu kira hancur,

dan menyiapkan pelangi setelah hujan.


JUNI DAN KEBAHAGIAAN





JUNI DAN KEBAHAGIAAN

Ana Restuningtyas


Semesta seakan tahu ada dua insan sedang melepas rindu

Di tepi pantai di iringi aluran deburan ombak yang tenang

Aku dan kamu

Mata kita beradu

Sesekali salah tingkah

Ada kau di depanku, apa yg lebih tampan dari pada itu

 

Tanganku di dalam tanganmu

Kau tau, aku merasa menjadi manusia yg paling beruntung denganmu

Pundak ternyaman tempatku besandar

 

Debaran jantung beradu

Kita tak berucap apa-apa, diam membisu

Hahya desahan nafas yang terdengar

 

Setelah berpuluh kali purnama

Akhirnya kita berjumpa

Aku malu pertama kali bertemu

Kita sudah banyak berubah

Kita sudah banyak berbenah

Pemikiran kita semakin terarah

 

Sebenernya aku menahan kuat-kuat agar air mata tak jatuh

Pura pura kuat di depanmu

Tapi selalu gagal, air mata ini semakin jatuh semakin menderas saat bersamamu

Air mata bahagia berada di dekapanmu

Air mata sedih dan trauma takut kau meninggalkanku lagi

 

Tuan

Tetap bersamaku ya

Hingga akhir waktu menjemputku