Adakalanya, saat lelapmu dalam diam,
puluhan doa melesat menembus malam.
Mengetuk pintu langit yang tak pernah tertutup,
dari hati-hati yang dulu sempat kau peluk.
Dari fakir yang kau bantu tanpa pamrih,
saat lapar melilit dan dunia terasa perih.
Dari jiwa gelisah yang kau hibur lembut,
meski hanya dengan senyum atau sekadar sambut.
Tak kau sadari, sedekahmu jadi cahaya,
menghapus duka, menumbuhkan asa.
Karena tangan yang memberi, takkan pernah rugi,
bahkan saat dunia menolak memberi arti.
Maka bersemangatlah, wahai hati yang ragu,
karena kebaikanmu tak pernah bisu.
Jangan tunggu kaya, jangan tunggu cukup,
karena rezeki mengalir justru saat kita melepas erat menggenggam hidup




