Pagi adalah buku segala kemungkinan,
Dengan halaman-halaman putih yang menunggu disentuh niat,
Namun bila kau membuka lembar pertamanya
dengan beban ekspektasi yang melambung,
Maka bisa jadi hanya sunyi yang menjawab,
Hampa yang bersuara paling lantang.
Tapi lihatlah...
Saat kau hirup kelegaan dalam embun,
Merasakan kesejukan angin menepuk pelipis,
Menyerap kebeningan cahaya pertama,
Kau pun sadar,
Euforia itu tidak terletak pada hasil,
Melainkan pada kesempatan
untuk hidup hari ini...
sekali lagi.
Karena, bukankah bisa saja
Kau tak bangun lagi pagi ini?
Namun Alloh memilihkan yang lain:
Kesempatan.
Untuk mencintai, berbuat baik,
Dan menyadari bahwa hidup itu sendiri
Adalah anugerah yang tidak diulang




