Di balik senyum yang tetap terukir,
ada tumpukan tugas yang tak kunjung berakhir.
Laptop menyala, printer berdetak,
telepon berdering, semua serba mendesak.
Jam digital terus berlari,
mengejar mimpi yang belum sempat ditulis lagi.
Di kepala, suara-suara ingin berhenti,
tapi hati tetap berbisik: "Bismillah, aku bisa hari ini."
Meski waktu serasa tak cukup,
aku tetap hadir, meski rapuh.
Karena aku bukan sekadar sibuk,
aku sedang bertumbuh




