KAMU

Satu yang Ditakdirkan

Di bawah langit yang tak lelah menyimpan rahasia,

Ada satu nama yang kusebut pelan dalam setiap sujudku.

Bukan karena sempurna,

Tapi karena ia menuntunku mendekat kepada-Nya.


Bukan hanya aku yang mencintai,

Tapi doa-doa pun ikut jatuh hati padamu.

Kau bukan sekadar teman hidup,

Kau adalah harapan untuk hidup setelah hidup.


Aku mencintaimu dengan ridha, bukan ragu.

Dengan sabar, bukan sekadar senang.

Dengan yakin, bahwa cinta ini bukan milikku,

Tapi titipan yang akan kukembalikan pada surga-Nya.


Jika waktu menua dan kulit kita berubah,

Biar cinta tetap muda dalam amal dan taqwa.

Satu, karena dua akan terlalu ramai,

dan kamu sudah menjadi arah yang paling tenang


Rumah di Desa-Tengah Alas Roban

Rumah di Desa-Tengah Alas Roban

(aku tulis untuk Tim CAA dan para Hamba Alloh)


Di tengah heningnya Alas Roban,

tempat di mana sinyal kerap menghilang,

listrik padam tak beraturan,

jalanan menanjak tak kenal ampun,

kalian datang…

membawa hati seluas lautan.


Rumah itu dulu cuma tanah…

sunyi, tak bertuan,

tempat bocah yatim piatu menunduk tanpa harapan.


Lalu kalian hadir,

dengan tangan-tangan yang tak segan kotor,

dengan keringat yang tak pernah dihitung,

dengan senyum yang selalu merekah

meski raga letih,

meski semua serba susah.


Dua puluh lima hari 

bukan waktu yang pendek.

Tapi kalian tak pernah singkat dalam keikhlasan.

Bersama herbel, semen dan kayu,

kalian tancapkan cinta,

kalian sematkan doa,

di setiap sudut rumah itu.


Kini rumah itu telah berdiri,

kokoh, rapi, bersih, penuh arti.

Tempat adik Ririn memulai hidup baru,

di bawah atap yang dibangun oleh cinta kalian,

oleh doa para dermawan,

oleh kasih dari hamba-hamba Allah

yang tak ingin namanya disebutkan

tapi amalnya mengalir tanpa henti.


Terima kasih…

takkan pernah cukup satu kata itu,

tapi biarlah semesta yang mencatat

betapa luhur niat dan langkah kalian.


Kebaikan ini bukan hanya membangun rumah,

tapi juga membangun harapan.

Semoga Alloh membalas semuanya

dengan rumah yang lebih indah di surga kelak.

Aamiin Ya Mujibassailin


Batang, 9 Juli 2025

Ana


Tak Harus Sendiri

Ada hari-hari di mana aku memilih diam,  

bukan karena kalah,  

tapi karena sedang menata ulang semangatku.


Aku mundur selangkah,  

bukan untuk menyerah,  

melainkan mengatur napas  

agar langkah selanjutnya lebih mantap.


Di balik sunyi,  

ada percakapan dengan diri sendiri—  

tentang impian yang belum padam,  

dan harapan yang terus tumbuh diam-diam.


Aku tidak menghindar,  

aku sedang memeluk diriku sendiri,  

mengisi ruang kosong dengan keberanian baru.


Karena mencintai hidup,  

kadang artinya memberi jeda sejenak—  

bukan untuk berhenti,  

tapi untuk kembali melangkah  

dengan hati yang lebih teguh  

dan cahaya yang lebih terang.


JEJAK KEBAIKAN

Datang kalian tanpa janji,

membawa harap di tengah sunyi,

di desa kecil yang terpencil,

kalian bangunkan rumah dari kejernihan hati


Bukan karena nama, bukan demi pujian,

tapi karena cinta yang kalian tanamkan.

Langkah kalian penuh arti,

menjadi cahaya bagi yang selama ini sendiri.


Keringat kalian adalah doa,

jerih payah kalian adalah berkah,

dan senyum anak yatim piatu itu,

adalah bukti: perjuangan kalian tak pernah sia-sia.


Terima kasih wahai pahlawan tanpa tanda jasa,

terima kasih wahai Tim CAA luar biasa.

Semoga setiap langkah dibalas surga,

dan misi kalian terus diberkahi-Nya.


Jejak kalian di tanah ini, abadi di hati kami.


Batang, 08Juli 2025

Ana CAA Lovers


TERIMAKASIH CAA

Malam terakhir bersama para pejuang kebaikan 🤍

Terima kasih Tim CAA atas dedikasi, kerja keras, dan ketulusan hatinya.

Di desa kecil ini, kalian tinggalkan jejak besar yang tak akan pernah terlupa.

Satu rumah telah berdiri, satu hati telah terobati.

Bismillah… semoga setiap langkah kalian selalu dilimpahi keberkahan.

Sampai jumpa di misi-misi berikutnya 💪🏼❤️