"Dalam Diamku"

Dalam diamku ada ribuan kata

Yang tak sempat kutuliskan pada semesta

Tapi Allah tahu segalanya

Tentang luka, tentang doa yang kusembunyikan di balik senyuman biasa


Wajah ini mungkin tampak tenang

Tapi hati? Pernah karam berkali-kali dan tetap memilih pulang

Pulang pada harap, pada cinta yang tak menuntut balasan

Pada perjuangan yang tak semua orang mengerti jalan


Aku tak butuh tepuk tangan

Tak perlu dipahami oleh setiap insan

Cukuplah Allah tahu apa yang kuperjuangkan

Dan aku tetap di sini… melangkah dalam iman


Untuk kamu, yang ada di cermin…

aku tahu lelahmu,

aku tahu luka yang kamu simpan diam-diam.

Tapi lihatlah,

kamu tetap di sini
masih berdiri, masih berjuang.
Terima kasih, ya.

Untuk Diriku yang Masih Bertahan

Terima kasih, diriku…

Untuk pagi-pagi yang kamu Jalani meski semalam kamu menangis.

Untuk tetap tersenyum di depan banyak orang,

Padahal hatimu sedang remuk di dalam diam.


Terima kasih,

Sudah memilih sabar,

Padahal kamu punya banyak Alasan untuk menyerah.

Sudah memilih diam,

Padahal kamu ingin sekali didengar.


Aku tahu, kamu pernah lelah.

Pernah merasa sendiri.

Pernah merasa tidak ada yang paham.

Tapi kamu tetap melangkah.

Tidak sempurna, tapi sungguh luar biasa.


Diriku yang tercinta…

Maaf jika selama ini aku terlalu keras padamu,

Menuntutmu untuk kuat terus,

Padahal kamu juga butuh pelukan,

butuh jeda, butuh istirahat.


Hari ini,

Aku ingin bilang:

Kamu hebat.

Bukan karena kamu tak pernah jatuh,

Tapi karena kamu selalu mau bangkit, meski berkali-kali roboh.



Terima kasih…

Sudah bertahan sejauh ini.

Insyaa Allah, pelan-pelan… Semua akan terbayar.

Bukan hanya di dunia, tapi juga di sisi-Nya.


Peluk untuk diri sendiri,

Karena tidak ada yang lebih Tahu perjuanganmu, selain Allah dan dirimu sendiri.

Untuk Mbak Endah, dengan hati yang tulus


Aku pernah merasa dunia terlalu sunyi,
saat langkah-langkahku berat dan sendiri,
lalu Allah kirimkan dirimu,
sebagai bukti bahwa kebaikan itu nyata,
dan kasih sayang bisa hadir tanpa diminta.

Mbak Endah...
entah dari mana harus kumulai mengucap terima kasih,
karena bahkan rasa syukurku pun tak cukup untuk membalas
apa yang telah Mbak berikan dalam diam,
dengan tulus, tanpa pernah meminta kembali.

Doaku hari ini dan seterusnya,
semoga Allah selalu menyelimutimu dengan rahmat,
menjagamu dalam sebaik-baik penjagaan,
dan menumbuhkan kebahagiaan yang tak pernah layu
di setiap musim hidupmu.

Barakallahu fii umrik, Mbak Endah…
Semoga setiap langkahmu dilapangkan,
dan setiap niat baikmu diganjar surga tanpa hisab.

Dari aku,
yang menulis ini sambil menangis,
karena terlalu banyak kebaikanmu yang tinggal di hatiku.

SELAMAT DATANG SAFAR

Muharram telah berlalu,  

Meninggalkan jejak doa yang belum selesai kusebut.  

Langkahku masih basah oleh airmata rindu,  

Namun Safar mengetuk dengan tenang:  

“Sudah waktunya berjalan lagi.”


Ya Allah,  

Di bulan ini, tidak kupinta kemudahan tanpa hikmah,  

Hanya hati yang sabar,  

Jiwa yang tabah,  

Dan jalan pulang yang Engkau redai.


Safar,  

Kau bukan sekadar bulan sunyi,  

Kau ruang kosong tempat aku belajar percaya.  

Bahwa luka pun bisa jadi rahmat,  

Dan diam pun bisa jadi syukur.


Selamat datang, Safar.  

Ijinkan aku menjadi hamba  

Yang tak sekadar melangkah,  

Tapi kembali.