SENJA & DIA

Langit memerah perlahan,

Mentari pamit pulang dengan tenang,

Aku duduk memeluk sunyi,

Di sampingku—dia, menatap laut yang sepi.


Ombak datang dan pergi tanpa janji,

Tapi kami diam, tak perlu banyak arti,

Hanya suara alam, hembusan angin,

Dan detak hati yang diam-diam saling ingin.


Pantai jadi tempatku bercerita tanpa suara,

Saat dunia terlalu ramai, dan kepala penuh kata,

Kupilih duduk lama, biar pikiran reda,

Biar aku dan dia menyatu dengan senja.


Aku suka laut, gelombang, dan langit terbuka,

Tapi yang paling membuatku lupa segalanya—dia,

Dia yang tak berkata apa-apa,

Tapi hadirnya seperti doa yang selalu kupinta