AKU MENULIS PUISI TENTANG KAMU

Aku menulis puisi tentang kamu

bukan karena kata-kata itu manis,  

tapi karena di matamu,  

semua luka bisa berubah jadi doa yang tenang.


Aku menulis puisi tentang kamu,  

sebab diam-mu lebih jujur dari ribuan bait—  

dan dalam senyum kecilmu,  

aku menemukan alasan untuk percaya lagi.


Bukan cuma tinta yang bicara,  

tapi rindu, syukur, dan harap yang kau ajarkan tanpa sadar.  

Kamu...

adalah puisi yang tak pernah selesai kutulis.


Selamat Datang, Pakde dan Toyik (Misi ke 12)

Langkah kalian datang bukan hanya sekadar hadir,  

tapi membawa niat, cinta, dan harapan yang tak pernah letih berpikir.  

Di antara reruntuh sunyi dan rumah yang menanti pelukan,  

kalian datang membawa atap harapan dan dinding perjuangan.


Pakde dengan langkah teduhnya,  

Toyik dengan senyum yang menyala,  

berdua menyatu dalam kisah para pejuang  

yang tak hanya membangun rumah, tapi juga membangkitkan jiwa-jiwa yang pernah kehilangan.


Ini bukan sekadar misi,  

ini perjalanan cinta yang dibungkus dalam video,  

disaksikan ribuan mata, tapi dikerjakan dengan hati yang sunyi  

tanpa pamrih.


Selamat datang dalam pelukan Misi Ke-12,  

di mana CAA bukan hanya nama,

tapi cahaya yang menuntun langkah bagi anak-anak yang tak lagi punya rumah untuk pulang.  

Kini mereka punya tempat,  

punya cerita,  

karena kalian memilih untuk datang dan menjadi bagian dari keajaiban itu.


Batang,11 Juni 2025

CAA Lovers


DI ANTARA MEREKA

Ada yang menunggu,  

menunggu kau hancur, jatuh, tenggelam  

seperti malam menanti fajar terlambat datang.  


Ada yang berharap,  

berharap kau lelah, menyerah  

seperti angin menguji nyala api kecil di tepi jalan.  


Ada yang menginginkan,  

ingin melihatmu rapuh, terbawa arus, hilang arah  

seperti daun gugur yang tak lagi berpijak.  


Namun, kau bukan malam yang ditelan gelap,  

kau adalah cahaya yang menembus batas.  

Kau bukan api yang mudah padam,  

kau adalah bara yang tak gentar pada angin.  

Kau bukan daun yang menyerah pada musim,  

kau adalah akar yang menolak tercerabut.  


Biarlah mereka menunggu, berharap, menginginkan.  

Sebab kau melangkah bukan untuk jatuh,  

melainkan untuk berdiri lebih tegak, lebih kuat,  

lebih tak terkalahkan.


PAGI DUNIA

Dalam ritme waktu yang terus berjalan,  

Rutinitas kadang terasa membosankan.  

Namun jika hasilnya untuk kebaikan,  

Jangan biarkan ia menghilang dalam keluhan.  


Lakukan dengan hati yang tenang,  

Dengan senyuman yang tak pernah padam.  

Sebab dalam setiap usaha yang kau berikan,  

Ada cahaya yang tumbuh dan berkembang.  


Selamat pagi, untuk langkah yang baru,  

Untuk harapan yang mengalun dalam semesta.  

Semoga hari ini membawa terang,  

Sebagaimana mentari yang menyapa dengan hangat


AKU DIAM MENDOAKANMU

Tak kupanggil namamu,  

tapi kutitipkan pada angin subuh  

agar sampai di sela-sela langkahmu  

sebagai pelindung yang tak tampak,  

sebagai harap yang tak lekang.


Aku tak hadir di hadapanmu,  

tapi dalam setiap sujud,  

ada namamu yang tak pernah luput—  

kusisipkan dalam sunyi,  

karena mencintaimu,  

adalah menjaga dari jauh  

tanpa harus kau tahu