Hayati Bayati Arruhi Bimahi

Hidupku adalah rumah bagi ruhku, disirami oleh air kehidupan.  

Di setiap helai napas, aku menemukan rumah bagi ruhku. Tempat yang sunyi, namun penuh gema doa. Air kehidupan mengalir, membersihkan luka, menumbuhkan harapan, dan menenangkan segala resah.  

Kadang hidup terasa rapuh, seperti dinding rumah yang retak. Namun ruh tetap bersemayam, mencari cahaya, meneguhkan langkah. Air itu, rahmat yang tak pernah kering, menjadi saksi bahwa setiap perjalanan adalah bagian dari penyembuhan.  

Aku belajar bahwa hidup bukan sekadar waktu yang berlalu, melainkan wadah bagi ruh untuk tumbuh. Dan air kehidupan adalah pelukan lembut dari Sang Pencipta, mengingatkan bahwa setiap kesedihan bisa larut, setiap kegembiraan bisa mekar.  



"Di rumah hidupku, ruhku beristirahat; dan air kehidupan terus menulis puisi yang tak pernah selesai."