RESAH

Di penghujung bulan yang kesembilan

Kutitipkan rindu pada langit jingga

Di tepi jendela, kuraih pena

Meramu bait bait kata kala gelap bersua


Bercengkrama dengan waktu

Mengapa kau biarkan aku sendirian menapaki kehidupan

Tak kan kulupakan ketika masih bersamamu

Walau kini tinggal angan angan kehampaan


Perih menusuk luka hati nurani

Terkadang terpikir ingin menyerah

Namun...  masih panjang narasi dimana namamu terbingkai rapi

Dan aku mencoba selalu tabah menunggunya entah


Rencana semesta menyadarkan

Betapa mencintai tak bisa memiliki selamanya

Bahwa jodoh rezeki maut hak mutlak Tuhan

Kita hanya mengikuti skenario terbaik-Nya