My mind’s a crime scene

Tapi bukan yang berdarah-darah. Lebih kayak... berantakan. Banyak pikiran yang nggak selesai, banyak perasaan yang nggak sempat diungkap. Kadang aku ngerasa kayak jadi detektif di kepala sendiri, nyari tahu kenapa bisa overthinking, kenapa hal kecil bisa bikin anxious, kenapa mimpi-mimpi yang dulu,sekarang malah bikin takut.  

Ada jejak-jejak luka lama yang belum bersih, ada suara-suara yang bilang ‘kamu nggak sempurna’, padahal aku tahu itu bukan suara Tuhan.  

Tapi di tengah kekacauan itu, aku belajar pelan-pelan. Belajar untuk nggak buru-buru nyalahin diri sendiri. Belajar untuk kasih ruang buat healing.  

So, my mind’s a crime scene. But I’m not just the victim, I’m also the investigator, the healer, and the storyteller. Dan aku tahu, Tuhan nggak pernah ninggalin TKP.