Pagi ini, aku membuka lembar baru.
Di ruangan yang dulu kosong, kini kutemui harapan.
Di balik sunyi, kutata semangatku kembali.
Bukan perkara tempatnya yang berubah,
Tapi diriku yang kini memilih bangkit,
dari ruang penuh luka,
menuju ruang yang semoga penuh doa.
Mungkin tak semua bisa memahami.
Tapi cukup Allah yang tahu:
betapa berat kaki ini melangkah,
namun aku tetap memilih untuk berdiri.
Di kantor sederhana ini,
aku ingin belajar memaafkan.
Belajar bertahan.
Belajar menguatkan.
Untuk diriku.
Untuk anak-anak dampingan
Untuk hidup yang tak boleh berhenti di satu titik.
Bismillah, semoga tempat ini jadi saksi
bahwa aku pernah memilih bertahan,
ketika yang lain memilih menyera
