MENJALANI TAKDIR


MENJALANI TAKDIR
Karya restuningtyas 



Hanya seorang hamba
Pasrah mau di lahirkan seperti apa
Hanya seorang hamba
Yang menjalankan titah-Nya
Hanya seorang hamba
Dengan sekuat tenaga bekerja dalam ketidaksempurnaanya.

Hidup akan menjadi mudah jika kita berharap dan berpikir bahwa hidup itu mudah.
Takut tidak apa-apa
Sesekali menangislah juga tidak apa-apa.
Dihina, di caci, di rendahkan, di sepelekan, sudah terbiasa. 

Tanamkan di dalam hati kita, untuk terus bangkit dan tunjukkan kepada mereka bahwa ketidaksempurnaan bukan halangan dalam mencapai kesuksesan.

Karena kita
Hanya seorang hamba 
Yang menjalani takdir-Nya.

PPKM DARURAT BULAN JULI

PPKM DARURAT BULAN JULI
Karya : Ana Restuningtyas

Hari ini sudah di berlakukan kembali
Ppkm darurat dari tgl 3 sampai 20 juli mendatang
Semesta sedang tidak kompromi
Menginginkan kami untuk berintrospeksi diri

Dua tahun sudah masa pandemi
Banyak korban yang sudah berjatuhan smpai hari ini
Berbagai upaya pencegahan selalu dilakukan
Kenapa corona belum juga menghilang?
Apakah manusia yang sudah tidak peduli
Dengan kesehatannya sendiri?

Ppkm darurat bulan juli
Kami rakyat biasa 
Yang terkena dampaknya
Karena tidak bisa bekerja seperti biasa
Tetapi kami peduli
Dengan keadaan negeri
Semoga dengan upaya pkpm ini
Pandemi segera pergi

HUJAN DI AKHIR JUNI

HUJAN DI AKHIR JUNI
Puisi : Ana restuningtyas

Hari terakhir di bulan juni
Masih di masa pandemi
Kesehatan begitu sangat berarti

Hujan di akhir bulan
Menyirami bumi yang sedang tersakiti
Terluka, terisak tangis
Semesta berduka
Wabah ssmakin merajalela

Hujan di akhir bulan
Doa-doa di panjatkan
Bersama asa yang tersisa
Ampuni kami Ya Robbi
Lindungi kami dari wabah ini
Semoga segera hilang pandemi
Dari bumi pertiwiku ini

#puisi #hujandiakhirjuni #2021

SEMANGATKU ADALAH KAMU

SEMANGATKU ADALAH KAMU
Karya : Ana restuningtyas 

Haii.. apa kabar kamu
Yang dulu setiap waktu selalu ada 
Dalam hatiku,  jiwaku dan asaku
Menggengam angan hidup berdampingan denganmu

Menunggu adalah ikhtiarku
Pasrah dalam pelukan waktu
Aku menangis
Aku marah 
Aku benci 
Tersakiti, terluka, lebam tak berasa 
Karena kau telah pergi meninggalkanku

Seiring berjalannya waktu
Betapa aku tersadar dari mimpi
Bertanyaku dalam hati
Apa yang harus aku tangisi..?
Apa yang membuatku marah..?
Apa yang harus aku benci..?
Yaa.. Semua sudah ada garisnya dalam takdir Illahi

Semangatku adalah kamu
Lalu aku bangkit dari keterpurukan
Ini adalah teguran
Untuk kita sadar diri
Ada Alloh yang selalu menyayangi 
Memberikan banyak nikmat setiap saat dalam keadaan apapun

Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimiin...

HANYA AKU DAN AMALKU

Bismillah

Hanya Aku dan Amalku
Karya : Ana Restuningtyas

Dilahirkan ke dunia 
Tanpa dosa
Bagaikan kain putih tanpa noda
Di sayang dan di bimbing orang tua 
Berharap kelak dewasa menjadi manusia yang berguna 

Di dunia fana 
Kita hanya hidup sementara
Usia menjadi rahasia 
Pendamping tidak selamanya bersama 
Begitupun dengan harta benda 
Semua hanya titipan-Nya
Sedangkan kematian itu nyata 

Astoghfirullohaladziimm...
Tersadarku akan kedzoliman diri
Apa yang akan menjadi bekalku nanti
Di alam abadi

Ampuni hamba Ya Robbi...
Semua hanya titipan-Mu
Yang sewaktu-waktu bisa Engkau ambil kembali
Bagaimana bisa kami menyombongkan diri..?

Harta berlimpah tidak akan menjadi berkah 
Tanpa sedekah
Ilmu yang dimiliki tanpa di bagi akan merugi
Keluarga yang kita sayangi, 
Tidak akan menemani dalam kubur nanti.
Dan hanya amalku yang akan menemani.