WAKTU

Waktu
Karya : Ana Restuningtyas

Dari senin ke minggu
Sangat cepat berlalu
Tidak seperti rindu
Satu hari bak sewindu

Serasa ingin mengulang waktu
Di saat aku pertama bertemu denganmu
Masih teringat cara kamu berkenalan
Hingga akhirnya berjalan berdampingan

Bertahun tahun telah berlalu
Hati ini tak bisa memungkiri
Kamu yang selalu terpatri
Aku jatuh cinta setiap hari

Waktu adalah kamu
Berdiri di seberang jalan
Di tengah hiruk pikuk lalu lalang 
Kita hanya bisa bertatapan
Tanpa kata yang terucapkan.

Waktu
Tanpa kamu, terhenti sesuatu
Tak ada kisah yang aku ceritakan
Tetap disini menemani
Hingga waktu mengakhiri

Selamat Hari Puisi 26 Juli

Teruslah menulis walau belum banyak yang membaca
Teruslah berkarya sampai akhir kata
Goreskan penamu, tuangkan imajimu 

Ana Restuningtyas

TERUNTUK PUTRI SHOLEHAKU

Teruntuk putri sholeha ku
Karya : Ana Restuningtyas 

Putriku yang cantik
9 bulan ibu mengandungmu
Waktu itu ibu belum berpengalaman tentang kandungan
Karena ibu belum pernah melahirkan
Tetapi ibu terus berusaha belajar
Tentang anak yang berada dalam kandungan

Putriku yang baik
Ibu sengaja tidak memeriksakan jenis kelaminmu dalam kandungan
Agar supaya menjadi kejutan
Atas kelahiranmu yang sangat ibu harapkan.

Putriku buah hatiku
Setelah menunggu waktu
Akhirnya hari kelahiranmu tiba
Mendengar tangisan pertamamu 
Hilang sudah semua rasa sakit ibu dalam melahirkanmu

Putriku malaikat kecilku
Ibu peluk tubuh mungilmu
Semerbak harum aromamu 
Allohu Robbi..
Tak terasa mengalir air mata di pipi
Doa-doa ibu mengalir tiada henti


Putriku anak sholeha ku
2 tahun sudah kini usiamu
Menjadilah anak yang jujur dan pintar
Karena negara kita banyak orang pintar tetapi kurang orang yang jujur.
Menjadilah anak yang taat dan takut hanya kepada Alloh yang Maha Segalanya
Patuhlah kepada orang tua
bergunalah buat nusa bangsa 
Dan jadilah bermanfaat buat sesama

DZULHIJJAH TAHUN KEDUA DI MASA PANDEMI

ARNT CHANEL
Dzulhijjah Tahun kedua di masa pandemi
Poem : Ana restuningtyas

Jam di dinding menunjukkan pukul 12.00 siang
Suara adzan bedug dzuhur sedang berkumandang 
Suasana masih sunyi 
Di jalanan lalu lalang Ambulan
Entah apa yang di bawanya
Sirine memekakkan telinga
Membuat semakin mencekam suasana

Dzulhijjah tahun kedua di masa pandemi
Masih belum ada pemberangkatan Haji
Begitu merindunya kami 
Berkunjung ke tanah suci
Duhai wabah, segeralah pergi

Dzulhijjah kedua di masa pandemi
Wabah sedang mengitari bumi
Basah tanah penuh air mata
Sampai kapan duka negeriku ini
Kematian, kesakitan, kelaparan,sampai kehilangan pekerjaan 
Santapan berita sehari hari

Dzulhijjah tahun kedua di masa pandemi
Tafakur diri dalam balutan doa
Semoga Alloh ampuni segala dosa 
Dan mengijinkan kami untuk berkunjung ke Rumah-Nya

Allohu Akbar... Allohu Akbar.. Allohu Akbar
Laa illaha illallohu Allohu Akbar
Allohu Akbar walillahilham

MENJALANI TAKDIR


MENJALANI TAKDIR
Karya restuningtyas 



Hanya seorang hamba
Pasrah mau di lahirkan seperti apa
Hanya seorang hamba
Yang menjalankan titah-Nya
Hanya seorang hamba
Dengan sekuat tenaga bekerja dalam ketidaksempurnaanya.

Hidup akan menjadi mudah jika kita berharap dan berpikir bahwa hidup itu mudah.
Takut tidak apa-apa
Sesekali menangislah juga tidak apa-apa.
Dihina, di caci, di rendahkan, di sepelekan, sudah terbiasa. 

Tanamkan di dalam hati kita, untuk terus bangkit dan tunjukkan kepada mereka bahwa ketidaksempurnaan bukan halangan dalam mencapai kesuksesan.

Karena kita
Hanya seorang hamba 
Yang menjalani takdir-Nya.