JUMAH MUBARAK

"JUMAH MUBARAK"
Poem : Ana Restuningtyas 
Voice : Nurhidayah Siregar, S.Pd,. M.Ag 
OyyoNoerhidayah Siregar 

Alam sudah menyapa dengan cuaca yang cerah
Kesibukan di sana sini sudah mulai terasa
Dengan di awali Bismillah
Mari awali aktifitas di hari nan penuh berkah

Hari ini hari jumah
Mari perbanyak sholawat mengagungkan junjungan kita
Baginda rasululloh shallallohu alaihi wasallam 
yang sangat mencintai umatnya
Kita mendekat dengan mengikuti sunah_sunahnya
Berharap kelak kita semua mendapat syafaatnya

Menyayangi dan mencintai anak-anak yatim
Karena baginda rosul mengajarkan kita tentang itu
Lalu sisihkan harta kita, memperbanyak sedekah
Sebagai bekal perjalanan di alam barzah

Jumah penuh berkah
Mari langitkan doa-doa penuh hikmah
Selipkan doa untuk negeri
Yang sedang di hantui pandemi.

Link Youtube : https://youtube.com/channel/UCAaJFiyyv5lViC2J751HYMg

#puisi #jumahmubarak #juli #puisike19

SURAT UNTUK MALAIKAT KECILKU

Malaikat kecilku

Mungkin Tuhan menghukumku karena tidak bisa menjagamu

Makhluk kecil yang tumbuh di rahim seorang ibu yang tak menyadarinya

Hari itu gumpalan darah keluar dengan sakit yang tiada tara

Tiba² hati merasa kehilangan yang luar biasa nelangsa


Malaikat kecilku

Kamu yang selalu hadir dalam mimpi, lembut tangan mungilmu, menyapu air mataku.

Walau waktu terus berlalu

Suatu saat nanti kita pasti akan bertemu


Malaikat kecilku cahaya qalbuku

Terimakasih telah hadir dalam rahimku

Sebagai tanda cinta orangtua mu

Walau takdir berkehendak lain


POEM DEAR TUAN

ARNT CHANEL
DEAR TUAN
Karya : Ana Restuningtyas

Tuan 
Aku tahu hatimu sedang dilanda bimbang
Dilema dalam kehidupan
Akibat salah ucap yang pernah kau lontarkan
Perjanjian hati kau permainkan

Tuan
Penaku selalu menulis kisahmu
Entah kenapa penaku memujamu
Betapa bahagia perempuan yang ada dalam hatimu
Kamu curahkan segala rasa cintamu

Tuan
Apakah kamu sedang merindukan seseorang
Yang terhalang pembatas atas nama pandemi
Seseorang yang kamu perjuangkan
Yang hilang akan kerakusan, keegoisan diri

Teruslah berjuang tuan
Waktu dan kesempatan akan datang lagi
Teruslah menguat dengan taat
Walau kanan kiri membuatmu sesat

Tuan
Penaku akan selalu mengukir aksara tentangmu
Jangan biarkan keadaan melemahkan imanmu
Percayalah tuan
Alloh sedang menaikkan tinggi levelmu
Menembus batas dimensimu
Raihlah dengan kesabaran yang tiada batas

MARHABAN YA MUHARRAM

Marhaban Ya Muharram
Poem : Ana Restuningtyas

Hari akhir dalam bulan Hijriyah tahun ini
Menggema doa akhir dan awal Tahun
menggetarkan kalbu setiap insani
Menyambut Tahun hijriyah nan penuh berkah

Membumbung asa semua Makhluk-Nya
Menggores pena lembaran di kertas baru
Melambungkan cita cita 
Berharap terkabul hajat di tahun ini

Marhaban Ya Muharram
Bumi pertiwi masih di bayangi pandemi
Majelis majelis penyambutan tahun baru hijriyah di tiadakan
Sebagai upaya penanggulangan wabah agar tidak menular
Dengan peraturan pemerintah yang masih berkelanjutan

Muharram awal tahun Islam
Perbanyak doa mengagungkan Alloh yang Maha Kuasa
Momohon senantiasa terjaga iman dan islam kita
Selalu di kuatkan dalam menjalani kehidupan fana
Semakin taat dalam menjalankan ibadah

Aku berpasrah dalam bentangan sajadah
Berharap Alloh ampuni segala dosa
Meringankan langkah hidup dalam istiqomah

Di tengah wabah membayangi
Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa melindungi kita semua

Muharram bulan istimewa
Ada ibadah sunah yang luar biasa 
Yakni puasa Tasu"a dan Asyura
Di bulan Muharram hari kesembilan dan kesepuluh 

Rosululloh Shallahu Alaihi Wassalam bersabda,
"Sebaik baiknya puasa setelah Ramadhan adalah pada bulan Alloh yaitu Muharram"

Mari perbanyak ibadah di bulan ini
Bulan yang istimewa

WAKTU

Waktu
Karya : Ana Restuningtyas

Dari senin ke minggu
Sangat cepat berlalu
Tidak seperti rindu
Satu hari bak sewindu

Serasa ingin mengulang waktu
Di saat aku pertama bertemu denganmu
Masih teringat cara kamu berkenalan
Hingga akhirnya berjalan berdampingan

Bertahun tahun telah berlalu
Hati ini tak bisa memungkiri
Kamu yang selalu terpatri
Aku jatuh cinta setiap hari

Waktu adalah kamu
Berdiri di seberang jalan
Di tengah hiruk pikuk lalu lalang 
Kita hanya bisa bertatapan
Tanpa kata yang terucapkan.

Waktu
Tanpa kamu, terhenti sesuatu
Tak ada kisah yang aku ceritakan
Tetap disini menemani
Hingga waktu mengakhiri