SAJAK CINTA UNTUK SUAMIKU

Suamiku

Pinjami aku jemarimu

Tuk usap butiran air mataku

Dan pinjami aku bahumu 

Sebagai tempat melepas lelahku

Kelak.. bila telah habis waktuku

Pinjamkan aku pahamu

Sebagai tempat pembaringan jasadku

Dan gunakan jemarimu

Tuk taburkan bunga dikuburku





HUJAN DI AKHIR OKTOBER

Hujan di akhir oktober

Senja menghampiri malam

Awan tebal menggelayut di langit yang tak bertiang

Semesta memberi kabar, sebentar lagi akan turun hujan

 

Angin mulai masuk ke dalam pori2 tubuh

Membawa kesejukan segarkan pikiran

Tendengar rintik hujan sudah mulai turun

Angin dan air adalah jantungnya kehidupan

 

Ada banyak kenangan di kala hujan datang

Sewaktu kecil bermain hujan di bawah talang

Berlarian bersama teman2 sepermainan

Sungguh menyenangkan mengingat masa-masa silam

 

Hujan di akhir oktober

Petir lirih menyapa dengan irama khasnya

Syukur ku panjatkan kepada Alloh Ta’ala

Semoga keberkahan selalu memayungi kita semua




SUMPAH ANAK NEGERI

Di era modernisasi

Para pemuda penerus bangsa

Siap menjaga keutuhan negeri

Bersatu genggam erat ikrar para pendahulu

 

Pemudi pemuda tonggak berdirinya Negara

Semangatnya bak cahaya api yang menyala

Bergelora untuk selalu mencintai bangsa Indonesia

Sumpahmu mengguncang isi dunia

 

Walaupun negeri kaya akan bahasa daerahnya

Kita tetap berbahasa satu, bahasa Indonesia

Indonesia terdiri dari beberapa pulau

Namun tetap bertanah air satu, tanah air Indonesia

Dan tetap terikat erat sebagai Bangsa Indonesia

 

Wahai para pemudi pemuda negeri

Buatlah bangga bumi pertiwi

Bangkit dan berjuanglah dengan prestasi

Tumbuhlah dengan karya bukan hanya ongkang-ongkang kaki


BAIT SENJA


Aku cemburu pada segelas kopi, yang selalu bisa dekat dengan bibir mu, menyentuh mu dengan rasa, dan menikmatinya dengan leluasa.


PEREMPUAN TANGGUH DI BALIK KEMUDI TRUK TRAILER (Cerita Pendek)

 


Pukul 04.00 pagi Nur sudah bangun, sebagai ibu rumah tangga yang merangkap juga sebagai ayah bagi anak-anaknya.

Suami Nur sudah meninggal dua tahun yang lalu karena sakit. Sehingga Nur yang sekarang menjadi tulang punggung untuk anak-anaknya yang masih kecil.

Anak pertama bernama Azizah umur 12 Tahun, kelas 6 SD, dan anak yang kedua Ahmad Fauzan atau biasa di panggil Fauzan umur 4 Tahun.

 

Seperti biasa bangun tidur Nur mengerjakan sholat Tahajud dahulu, sambil menunggu adzan Subuh, Nur tilawah Al-Qur'an.

Selalu terbayang wajah almarhum suaminya menjadikan Nur berlinang air mata. Begitu rindu Nur kepada suaminya. Nur belum ada keinginan untuk menikah lagi, karena begitu cintanya dia kepada suaminya.

Nur membangunkan Azizah putri sulungnya untuk menunaikan ibadah sholat subuh.

Setelah selesai sholat subuh, Nur dan putrinya bergegas ke dapur, Nur persiapkan masakan untuk sarapan, sedangkan Azizah mengambil sapu untuk menyapu halaman rumahnya.

Azizah berkata kepada ibunya : "Ibu, azizah menyapu halaman depan dulu ya.."

"Iya nak" jawab Nur sambil mengelus rambut putrinya.

Tiada henti Nur berucap syukur pada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala telah di titipkan seorang putri yang shaleha, walaupun usianya masih 12 tahun tetapi sudah mengeri kondisi orang tuanya.

 

Sepeninggal suami tercinta, Nur bekerja sebagai pengemudi truk trailer, pekerjaan kaum lelaki tetapi sekarang sudah banyak perempuan yang berprofesi sebagai sopir truk ataupun bus.

Orang tua Nur tinggal tidak begitu jauh dari rumah Nur, jadi jikalau ada pekerjaan yang mengharuskan sampai lebih dari satu hari, Nur titipkan anak-anaknya kepada orang tua atau adik-adiknya.

Seperti hari ini, Nur ada tugas membawa barang ke luar kota sehingga mungkin pulangnya besok atau lusa.

 

Nur masih sibuk di dapur memasak untuk sarapan pagi, adik fauzan (putra kedua) bangun.

Fauzan : "Ibu..."

Nur : "Masyaa Alloh, putra sholehku sudah bangun..?"

Sambil menggandeng fauzan ke kamar mandi.

Fauzan bangun pukul 05.00 pagi, jadi langsung bisa menunaikan sholat subuh.

Walaupun masih 4 tahun, Nur sudah membiasakan Fauzan untuk menunaikan sholat 5 waktu.

Setelah berwudhu, Fauzan di antar ke mushola kecil di rumahnya untuk menunaikan sholat Subuh.

Dengan sabar Nur membimbing putranya mengerjakan sholat. Setelah selesai sholat, Nur mengajarkan putranya untuk mendoakan almarhum ayahnya.

Nur : "Fauzan sudah hafal belum doa untuk kedua orang tua nak..?"

Fauzan : "Sudah ibu.."

Bismillahirrohmanirrohim

Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shokhiroon

Sambil masih cadel lidahnya dalam membacanya.

"Aamiinn Ya Robbal'alamiin" sahut Nur meng-Aamiinnkan doa putranya.

Setelah selesai menunaikan sholat, Nur membuatkan minum susu untuk Fauzan. Kemudian Fauzan menghampiri kakaknya yang sedang membersihkan halaman rumah.

Fauzan : "Kakak.."

Azizah : "eh adik udah bangun.. Alhamdulillah"

Fauzan : "Uzan sudah sholat subuh kakak"

Azizah : "pinter adik kakak ini" sambil memeluk Fauzan.

Fauzan : "Kakak, Uzan mau main peda yaa?"

Azizah : "Iyaa, tapi di sekitar halaman saja yaa.."

Fauzan : "Iyaa.. Terimakasih kakak.."

Sambil berlari ke dalam rumah mengambil sepedanya.

 

Masakan Nur sudah hampir selesai, menanak nasi, masak lauk telur rolade dan sayur kesukaan anak-anaknya. Sambil menghidupkan mesin cuci untuk mencuci pakaian.

Nur menyiapkan sarapan di meja makan.

Azizah sedang menyapu di ruang tengah. Fauzan masih di depan rumah main sepeda.

Nur : "Sarapan dulu nak, panggil adik yaa.."

Azizah : "Iya ibu"

Azizah keluar memanggil Fauzan.

Azizah : "Adik.. Di panggil ibu, kita sarapan dulu"

Fauzan : "Iyaa kak.."

Fauzan dan Azizah masuk ke rumah.

Nur : "Sudah cuci tangan belum nak?"

Azizah & Fauzan kompak menjawab : "Sudah ibu"

Nur : "Sebelum makan berdoa dulu, adik yang pimpin doanya yaa.."?

Sambil mengelus kepala Fauzan.

Fauzan : (Menggangguk)

Bismillahirrohmanirrohim

Allahumma Baarik lanaa fiima rozaqtanaa, wa qinaa ‘adzaa bannaar

 

Di sela sela makan, Nur berbicara kepada anak-anaknya.

Nur : "Nak, Ibu nanti berangkat ke luar kota, jadi nanti kakek nenek atau paman bibi yang jagain di rumah yaa..?"

Mereka berdua mengangguk

Nur kembali melanjutkan bicaranya, : "Kakak seperti hari biasa, setelah mandi, daring ya?"

"Iya bu" Jawan Azizah

Nur : "Yang pinter ya nak.. Semoga wabah corona nya segera pergi, biar kakak dan adik bisa berangkat ke sekolah lagi"

"Aamiinn..."

Azizah : "Ibu, hati-hati dalam bekerja yaa.., kakak dan adik berdoa selalu untuk ibu"

Nur : "Iyaa nak.. Terimakasih doanya yaa.." sambil tersenyum hati Nur menangis, terharu mempunyai anak yang masih kecil tetapi sudah taat dalam beragama. Masyaa Alloh tabarakalloh... Ucap hati Nur.

 

Setelah selesai sarapan, Nur memandikan Fauzan.

Azizah sudah mandi dan masih siap-siap untuk daring.

Fauzan selesai mandi, sudah rapi duduk di depan televisi menonton film kartun kesukaannya.

 

Ibu dan Bapak Nur datang untuk menemani cucu-cucunya selama Nur bekerja.

Kakek & Nenek : "Assalamualaikum..."

Fauzan : "Waalaikumsalam..

Kakek Nenek..." senang sekali Fauzan kakek neneknya datang.

Azizah masih di dalam kamar , masih belajar online bersama teman-teman sekolahnya.

Nur keluar dari belakang, "Waalaikumsalam, Alhamdulillah pak bu, ayok makan pagi dulu, Nur sudah masak, sudah buatin bapak kopi dan ibu teh susu kesukaan ibu" sambil menggandeng tangan kedua orang tuanya ke ruang makan.

Bapak : "Wah wah.. Bau masakan Nur ini khas sekali ya bu.."

Ibu : "Iyaa pak, paling pintar memasak putri kita ini"

Nur : "ah ibu bapak bisa aja ya memuji Nur" sambil tersenyum malu.

Sambil menemani Ibu dan Bapak sarapan, Nur berbicara kalau hari ini Nur mengantar barang ke luar kota, jadi Nur titip anak-anak ya bu pak.."

Ibu : "Iya nak, konsentrasi dalam bekerja ya, anak-anakmu biar ibu dan bapak yang jagain".

Bapak : "Hati-hati dalam mengemudi, jaga kesehatannya, semoga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala melindungimu selalu nak, Aamiinn.."

Aamiinn Ya Robbal'alamiin... Jawab Ibu dan Nur

Nur : "Ya sudah kalau begitu, Nur mau mandi dan siap-siap berangkat kerja dulu ya pak, bu.."

Bapak & Ibu : "Iya nak"

 

Selang beberapa saat, Nur pun sudah siap berangkat kerja, walaupun pekerjaan Nur sebagai pengemudi truk trailer, tetapi Nur perempuan biasa, penampilan yang anggun dan bersahaja.

Nur berpamitan dengan kedua orang tuanya dan anak-anaknya.

Nur : "Ibu Bapak, Nur berangkat kerja dulu yaa.. Mohon doakan Nur selalu"

Sambil mencium tangan Ibu Bapaknya.

Kemudian Nur pergi ke kamar Azizah yang sedang belajar, Nur berpamitan dan mencium kening putri sulungnya.

Fauzan berlari menghampiri Nur, sambil memeluk, "Ibu mau berangkat kerja ya?, hati-hati kerja ya ibu". Dengan suara cadelnya Fauzan memberi semangat kepada Ibunya.

"Masyaa Alloh.. Putra ibu yang sholeh, terimakasih nak" jawab Nur sambil memeluk dan mencium pipi Fauzan.

 

Nur berangkat kerja, melangkah dengan iringan doa kedua orang tua dan anak-anaknya.

Sampai di tempat kerja, sudah ramai rekan kerja Nur sesama sopir truk, menyapa hangat seperti biasanya.

Di balik kemudi truk besar Nur bekerja membanting tulang, untuk kehidupan keluarga kecilnya, walaupun sebagai seorang perempuan, dan seorang ibu, tidak menghalanginya untuk bisa bekerja sebagai pengemudi truk trailer nan besar dan panjang.

Truk melaju di jalanan, melaju mengejar waktu untuk bisa tepat waktu sampai di tempat tujuan.

Semua pekerjaan terasa ringan di jalankan apabila menjalankannya dengan penuh keikhlasan.

Nur seorang perempuan tangguh yang mandiri, bekerja keras tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang ibu dan merangkap sebagai ayah di dalam keluarga kecilnya.