SENTUHAN SENJA

Berdiri membisu di tepi jendela

Diam tanpa suara

Melukis bayangmu di cakrawala senja

Ada inspirasi di setiap sentuhannya

Kupahat dalam pagar atma

Bias elok wajah semesta

Rinai hujan tak membasuh lara

Tetesnya menimpa rapuh hati

Jiwaku merintih pada sang pencipta

Merangkai asa dalam doa



ASA PEMULUNG KECIL

Tubuh kecil berjalan tanpa alas kaki

Di atas trotoar dari pagi hingga malam

Mengais sisa-sisa barang, botol minuman dan mainan

Yang sudah di buang di tempat sampah

 

Sebuah karung di pundaknya yang mungil

Sudah semakin terisi, semakin terasa berat

Namun kaki kecil itu terus melangkah

Tak peduli dengan teriknya mentari yang menyengat

 

Pemulung kecil

Di saat teman-teman sebayanya bermain gembira

Dia sudah bekerja untuk kelangsungan hidupnya

Bercita-cita ingin membahagiakan orang tua

 

Terlahir dari keluarga miskin papa

Dia selalu ingat pesan orang tuanya

Nak.. carilah uang dengan cara yang halal

Jangan mencuri apalagi korupsi




SAMPAI LUPA AKU CARANYA BAHAGIA

Untuk saat ini, aku hanya punya puisi

Apakah aku masih bisa punya rasa bahagia?

Sedangkan kesedihan sudah menjadi makanan sehari-hari

Ataukah.. hatiku sudah mati

 

Dalam fase hidup yang datar

Lebih baik menghindar dari hingar bingar

Semua sangat melelahkan

Pundak ini seakan tak sanggup menahan beban

 

Kesakitan, kegagalan, keterpurukan

Aku hanya pura-pura tegar, pura-pura kuat

Agar terlihat bahwa aku baik-baik saja

Padahal sedang menahan air mata



PADAMU


Padamu cinta

Sapaku setiap hari tanpa kau pinta

Masih disini memeluk sepi

Berkawan kata yang ku rangkai menjadi puisi

Harapku, suatu waktu kamu membacanya

 

Padamu rindu

Mengingatmu masih menggetarkan qalbu

Kamu yang membuatku banyak belajar

Belajar menjadi diri sendiri

Belajar tentang pahitnya kehidupan

Belajar untuk selalu bergantung hanya kepada Tuhan

BERTEMU DIA DALAM MIMPI SAJA, AKU BAHAGIA

 

Untuk kesekian kalinya aku bermimpi tentangnya

Sejak kau dan aku sudah tak menjadi kita

Lewat mimpi kita bisa bersua

Serasa tak ingin terjaga, ingin berlama-lama bersama

 

Bumi berputar sangat cepat

Seperti baru kemarin lalui waktu dengan dia

Dalam dekapannya hilang semua gulana

Hingga takdir memisahkan kita

 

Untukmu yang kini sudah menjadi kenangan

Terimakasih sudah memberi warna kehidupan

Menulis tentangmu terkadang membuatku rindu

Karena hingga detik ini, aku tak sanggup untuk membencimu