KOPI DAN KEHIDUPAN

Menghirup aroma kopi yang kuat

Hitam pekatnya kopi semakin nikmat

Cita rasa kopi banyak di nikmati

Tua muda miskin kaya pria maupun wanita

 

Mari ngopi kawan..

Banyak hal yang ingin ku ceritakan

Tentang ujian kehidupan

Sepahit kopi yang dihidangkan

 

Puisiku menyapa secangkir kopi hitam

Hangat dalam dingin semesta malam

Bersama kopi aku bertahan melawan sepi

Ketika semuanya seperti tak mau mengerti hanya kopi yang menyemangati

 

Secangkir kopi membuat kita belajar

Dari hitamnya kita belajar ketulusan

Dari pahitnya kita berguru tentang ketabahan

Dari aromanya kita belajar berempati pada kehidupan





 

 

 

 

RENUNGAN SIANG

Kita hanyalah sepenggal nama yang akan terlupa, kecuali bagi mereka yang mencintai kita karena Allah...

Setiap kenangan tentang kita akan terhapus satu demi satu. Hingga tak lagi ada yang menyadari kepergian kita dari dunia ini...




HUJAN MENGHUJAM SENDU

Hujan menghujam sendu

Turun deras bersama air mataku

Penaku terhenti menulis kata

Larut dalam tetesan nikmatNya

 

Kilatan cahaya langit membuyarkan lamunan

Menggelegar bagai dentuman

Yang paling aku takutkan bila Guntur datang

Semesta gelap padamnya lampu penerangan

 

Bagaimana kelak di alam kubur

Sendirian dalam kegelapan

Semoga amal-amal di dunia mampu menerangi

Di alam kubur nanti








PERTOLONGAN ALLOH

Sudah 5 bulan ini listrik di rumah dab deb dab deb (turun voltase), sebulan, dua bulan masih belum memikirkan, setelah setiap hari masih dab deb, baru merasakan dampaknya. Es batu yang biasanya sehari sudah jadi es, sekarang menunggu 2 – 3 hari baru jadi. Bagaimana dengan barang elektronik lainnya?
Bapak memanggil orang untuk merapikan kabel-kabel yang tidak teratur, mungkin dari itu voltase jadi naik turun. Tetapi masih sama.
Aku mau panggil yang pinter dalam bidang listrik tapi ga’ punya uang. kalau panggil pribadi kan bayar. hehee...
Sedih banget ga’ sih…?
Hanya bisa bilang sama Alloh, mohon perlindungan agar barang-barang elektronik tidak rusak karena voltase listrik yang turun terus ini, mohon petunjuk dan jalan keluar.
Punya teman bekerja di PLN, mau minta tolong ga’ enak.

Waktu terus berlalu.. 5 bulan sudah voltase listrik di rumah masih dab deb turun naik terus.
Pompa air sudah kena dampaknya, rusak.
Mungkin bagi orang “normal” yang bisa berjalan bisa laporan ke kantor PLN, tetapi saya tidak bisa. Mau kirim pengaduan lewat aplikasi PLN, saat ini sedang tidak punya handphone. Ada handphone jadul hanya bisa buat telepon seluler.
Hari itu, tiba-tiba ada pikiran browsing PLN, ada alamat/link untuk pengaduan tentang listrik. Alhamdulillah masih ada laptop, bisa untuk browsing, menulis, dll.
Dan mata ini berhenti di tulisan alamat email PLN, “coba aku tulis pengaduan lewat email saja ya..” gumamku dalam hati.
Kemudian aku langsung tulis pengaduanku di email. Hari jumat aku kirim email.
Alhamdulillah langsung di respon oleh PLN, tetapi waktu itu aku belum buka email, aku baru buka email keesokan harinya. Ada beberapa pertanyaan dari PLN dan aku langsung kirim jawabannya. Aku pikir karena hari ahad libur, mungkin besok responnya lagi. Aku tutup email.
Selang 1 jam ada telepon masuk, aku angkat, dan ternyata dari petugas PLN daerahku, mau memperbaiki listrik di rumahku.
Masyaa Alloh tabarakalloh.. cepet banget respon PLN.
Petugasnya baik banget, karena aku ga’ punya pulsa aku bisanya miskol, dan beliau langsung telepon balik.
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”

5 bulan hanya bisa diam dan bisanya Cuma berdoa. Dan Alloh permudah dengan sekejap. Listrik di rumah sudah kembali normal, dab deb sedikit.
Di dalam hati sempat berkata, “kok ga’ dari awal-awal yaa, kenapa baru sekarang sesudah 5 bulan berjalan”
Petunjuk dari Alloh baru di dapat sekarang, dan Alloh kasih waktu yang tepat sehingga di beri kemudahan”.
Semuanya atas ijin Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Allohu Akbar…
Terimakasih kakak-kakak admin PLN yang cepat merespon pengaduan saya
Terimakasih para petugas lapangan PLN yang juga respon cepat memperbaiki listrik di rumah sehingga sekarang sudah normal kembali.
Semoga selalu sehat, di beri rezky yg berlimpah, selalu dalam perlindungan Alloh dalam menjalankan tugasnya dan Alloh lipatgandakan kebaikan kalian. Aamiinn Ya Robbal’alamiin…
 
Terimakasih PLN
Ahad, 21 November 2021
Ana Restuningtyas





TANGIS DI SUBUH HARI

Disudut subuh nan sepi
Tangisku terbata bata
Teringat dosa begitu nyata
Khilaf dan salah mengorek luka
 
Bersimpuh diantara sajadah waktu
Aku bertaubat padaMu
Kembali pulang Kerumah nurani genggaman Tuhan
Astoghfirullohaladzim
Aku dawamkan dalam setiap sadar
Tempatku disini, diantara ayat ayat dibawah pohon Arrahman

Tangis di subuh hari 
Puisiku adalah gema do'a-do'a yang kulangitkan,
Aamiinkan dari jiwa yang paling dalam,
Kelak kita akan tuai bersama jawaban dari Tuhan tanpa kesudahan
Bangkitlah.. mari menuju Alloh tanpa bosan bosan