Langit sore menumpahkan tangisnya,
rintik-rintik menari di jalan tanah,
seorang gadis kecil mengayuh sepeda,
dagangannya basah, tapi impiannya tak punah.
Di rumah, ayah dan ibu terbaring lemah,
ia ingin melihat senyum mereka kembali merekah,
maka setiap sore sepulang sekolah,
ia berkeliling membawa harapan di pundaknya.
Dingin merayap di jemari mungilnya,
plastik pembungkus tak cukup melindungi,
namun langkahnya tetap menyusuri desa,
tak peduli awan kelabu yang mengiringi.
Setiap tetes hujan adalah ujian,
namun ia tak menyerah pada derasnya rintik,
esok mentari akan tersenyum padanya,
menghangatkan hati yang gigih dan tak terusik.
Baginya, kerja keras bukan sekadar kewajiban,
tapi bukti cinta, bakti, dan harapan,
suatu hari ia akan membahagiakan mereka,
menghapus duka dengan kehangatan kasihnya
Parade menulis puisi selama 30 hari berturut² yang di selenggarakan oleh @writerpreneur academy

.png)
.png)

