Membahagiakan jiwaku
Membakar Semangatku
Membahagiakan jiwaku
Membakar Semangatku
Waktu bukan milik kita,
ia hanya dipinjamkan,
untuk mencintai,
untuk memperbaiki,
untuk kembali pada-Nya.
Setiap detik adalah saksi,
apakah kita menayukuri
atau hanya sibuk mengejar dunia
yang tak pernah puas adanya
Waktu tak bisa dibeli,
tak bisa disimpan,
Ia mengajarkan bahwa hidup bukan tentang panjangnya usia,
tapi tentang isi dari perjalanan.
Tentang sujud panjangnya
tentang sabar yang tak terlihat,
tentang ikhlas yang tak diumumkan.
Dan saat waktu habis,
tak ada yang bisa kita bawa,
kecuali amal,
dan cinta yang kita tanam dalam diam.
Teruntuk Satu Nama Yang Menjadi Diksi Disetiap Puisiku
Aku Tahu Bahwa Kamu Bukan Orang Yang Mudah Untuk
Percaya
Tapi Kamu Harus Dengar Ini:
Perihal Hati, Aku Bukan Orang Yang Mudah Mengubah Rasa
Dan Perihal Rasa, Kamulah Pemiliknya
Hanya Denganmu Aku Merasa Sejiwa
Aku Yang Bahagia Tanpa Di Buat-Buat
Aku Yang Menjadi Diri Sendiri Tanpa Berpura-Pura
Kau Imamku
Yang Menuntunku Menuju Surganya
Tuan
Jalan Kita Akan
Masih Panjang...
Batunya Mungkin Juga Masih Banyak
Kita Jalani Sama-Sama Ya...
Semoga Kita Adalah Sepasang Cinta Yang Disegerakan, Dibahagiakan Dalam Bingkai Keimanan Yang Menentramkan.
TERIMAKASIH TELAH MEMBUATKU PULIH
Tuan..
Bersamamu Semuanya Terasa Cukup
Di Pelukanmu Hilang Segala Gulana
Di Dekapanmu Luapkan Rindu Tanpa Ampun
Meski Peluk Tak Selalu Kita Dekap Setiap Saat
Namun Kau Dan Aku Akan Tetap Sama Saling Menjaga
Segala Hal Tentangmu Akan Terus Menjelma Menjadi Sastra
Walau Di Hadapanmu Hilang Semua Konsonan Kata
Ada Ketenangan Yang Sulit Aku Tuliskan
Kepada Kamu Yang Peluknya Memberi Hangat Luar Biasa
Aku Di Anugrahi Untuk Selalu Mempercayaimu
Kamu Begitu Baik Menjagaku
Terimakasih Telah Membuatku Pulih
Kepada Kamu Yang Saat Ini Menjadi Belahan Jiwaku
Kau Saja Satu, Cukup Untukku
Kita Sudah Melalui Fase Yang Sangat Mendewasakan
Jangan Ada Perpisahan Lagi Yaa
Temani Aku Hingga Akhir Nanti