Untuk Dua Sosok Luar Biasa

Ada orang-orang yang datang dalam hidup kita sebagai cahaya,  

yang menerangi saat langkah terasa gelap,  

yang mengulurkan tangan tanpa diminta,  

yang hadir bukan hanya dalam kebahagiaan, tapi juga dalam setiap luka dan perjuangan.  


Kepada kalian, dua sahabat luar biasa yang begitu peduli padaku…  

Aku ingin mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam.  

Kalian bukan hanya sekadar teman, tapi saudara yang Allah kirimkan untukku.  

Kepedulian kalian bukan hanya menguatkan aku,  

tapi juga menjadi jembatan bagi teman-teman lain untuk ikut peduli.  

Dari kalian, aku merasakan hangatnya kebersamaan, ketulusan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.  


Aku tahu, tak ada balasan yang bisa sebanding dengan kebaikan kalian…  

Tapi aku selalu berdoa, semoga Alloh membalas semuanya dengan keberkahan yang luas,  

dengan kebahagiaan yang tak terhitung, dan dengan kemudahan dalam setiap langkah kalian.  


Terima kasih, sahabat-sahabatku.  

Tanpa kalian, aku mungkin tak sekuat ini.  

Aku bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup kalian,  

dan aku akan selalu membawa nama kalian dalam doaku


DAILY VOLUNTEER


Daily Volunteer
 

Di pagi yang sunyi, langkah pun berlari,
Menggapai harapan di sudut negeri,
Bukan mahkota, bukan puji,
Hanya hati yang ingin berbagi.

Tangan-tangan kecil menyapa hangat,
Mata berbinar meski langkah terpijat,
Relawan datang bukan untuk harta,
Tapi cinta yang selalu nyata.

Setiap hari adalah cerita baru,
Menghapus duka, membangun mimpi yang semu,
Di balik letih, senyum pun mekar,
Karena peduli tak pernah pudar.

Tak ada bayaran, tak ada tanda jasa,
Namun hati lapang penuh makna,
Daily volunteer, cahaya di kelam,
Menjadi pelita di malam yang suram.

Meski lelah menyapa di penghujung hari,
Hati bahagia, jiwa pun berseri,
Karena di setiap langkah yang tak terhitung,
Ada cinta yang terus menyambung.

Doa dan Doaku

Di malam yang hening, aku berdoa,  

Untuk kehidupan yang kujalani,  

Untuk suamiku, orang tua, saudara juga sahabat-sahabatku

Dengan cinta yang tulus, dan ketulusan yang mendalam.


Aku berharap pada takdir yang indah,  

Semoga pertemuan itu tak lama lagi,  

Di waktu yang tepat, di tempat yang tepat,  

Dengan pasangan yang akan saling melengkapi.


Aku berdoa, semoga aku dipersiapkan,  

Untuk menjadi yang terbaik, bukan hanya untuk diri sendiri,  

Tapi juga untuk dia yang akan hadir,  

Menjadi pendamping sejiwa, dalam suka dan duka.


Malam ini aku hanya bisa berharap,  

Namun aku tahu, doa tak akan sia-sia,  

Suatu saat nanti, hidupku akan penuh dengan kebahagiaan,  

Dalam rumah tangga yang penuh berkah, penuh cinta.


--




AKU DAN HUJAN DI AKHIR RAMADHAN

Rintik-rintik jatuh di pelataran,

membasuh debu jalanan yang letih,

seperti jiwaku yang merindu ampunan,

di akhir Ramadan yang kian bersih.


Hujan turun dengan gemuruh doa,

membawa sejuk di hati yang gersang,

aku menatap langit penuh makna,

merenungi waktu yang kian berkurang.


Butir-butir air menari di jendela,

seperti air mata yang jatuh diam-diam,

mengalir bersama harapan yang menyala,

agar dosa luruh, kembali tentram.


Ya Allah, di derasnya hujan ini,

aku titipkan pinta di penghujung bulan,

jadikan hati ini bening kembali,

dan rezeki mengalir tanpa halangan.


Hujan pun reda, fajar menanti,

tak lama lagi gema takbir berseri,

semoga Ramadan ini tak sekadar pergi,

tapi tinggal di hati, abadi.


AKU DAN KURSI RODA

Melaju bersama dalam sunyi,

menyusuri jalanan kehidupan,

dengan luka, dengan harapan.


Bukan sayap yang kupunya,

tapi roda yang setia menemani,

membawaku melewati badai,

mengajakku menari di bawah mentari.


Kadang, dunia menatap iba,

seakan aku hanyalah bayang,

tapi tak mereka tahu,

aku adalah cahaya di jalanku sendiri.


Bukan keterbatasan yang mengikatku,

melainkan mimpiku yang membebaskan,

aku dan kursi rodaku,

bukan kisah sedih—tapi kisah perjuangan.


Biarkan roda ini terus berputar,

mengukir jejak, menembus batas,

karena aku tak diam dalam duka,

aku melaju, meraih bahagia.