LUKA

Ada luka yang tak terlihat,tapi menetap dalam diam.

Bukan karena siapa yang menyakiti,
tapi karena siapa yang pernah membuat kita percaya...
lalu pergi,
meninggalkan ruang hampa yang tak bisa diisi lagi.

Aku pernah ada di sana
di batas antara menerima dan menyangkal,
antara memaafkan atau memudar perlahan
dari kehidupan orang yang dulu kucintai sepenuh jiwa.

Tapi luka bukan akhir dari cerita.
Ia bagian dari perjalanan...
yang membentuk aku hari berikutnya


LOMBA CIPTA PUISI 2025

 Kukira hanya menulis rasa, ternyata bisa ikut serta...

Bismillah, sudah terkirim puisinya ✍️

Langkah kecil dari Alas Roban, menuju semesta kata


Terima kasih, diriku…

Terima kasih, diriku…

untuk malam-malam panjang yang kamu lalui sendiri,
untuk doa-doa yang tak terdengar,
untuk tangis yang tak pernah kamu tunjukkan.
Aku bangga padamu…
karena sejauh ini, kamu tidak hilang—
kamu tetap memilih bertahan.



"Dalam Diamku"

Dalam diamku ada ribuan kata

Yang tak sempat kutuliskan pada semesta

Tapi Allah tahu segalanya

Tentang luka, tentang doa yang kusembunyikan di balik senyuman biasa


Wajah ini mungkin tampak tenang

Tapi hati? Pernah karam berkali-kali dan tetap memilih pulang

Pulang pada harap, pada cinta yang tak menuntut balasan

Pada perjuangan yang tak semua orang mengerti jalan


Aku tak butuh tepuk tangan

Tak perlu dipahami oleh setiap insan

Cukuplah Allah tahu apa yang kuperjuangkan

Dan aku tetap di sini… melangkah dalam iman


Untuk kamu, yang ada di cermin…

aku tahu lelahmu,

aku tahu luka yang kamu simpan diam-diam.

Tapi lihatlah,

kamu tetap di sini
masih berdiri, masih berjuang.
Terima kasih, ya.