Laa ilaaha illa anta, subhaanaka inni kuntu minaz-zhaalimiin.

Lagi sumpek?

Jangan scroll terus.

Sebelum subuh, bisikkan:

Laa ilaaha illa anta, subhaanaka inni kuntu minaz-zhaalimiin.

Kadang kita nggak butuh solusi…

Cuma pengakuan bahwa kita lelah.

Allah tahu. Allah dengar


KATA-KATA HARI INI (051025)

Menulis puisi menjadi cara sederhana untuk menuangkan rasa, doa, dan harapan dalam menghadapi kehidupan.




“Tak semua senyum itu doa. Kadang cuma topeng.”

Di dunia yang penuh sorot dan sapaan,  

aku belajar satu hal:  

senyum bukan selalu tanda cinta.  

Kadang, itu hanya formalitas.  

Kadang, itu hanya strategi.


Aku pernah percaya semua yang tersenyum padaku,  

adalah teman.  

Ternyata, beberapa hanya menunggu aku jatuh  

agar mereka bisa berkata, “Sudah kuduga.”


Tapi aku tak marah.  

Aku hanya lebih bijak sekarang.  

Dan lebih selektif pada siapa yang aku izinkan masuk ke dalam doa-doaku.



Allahumma salli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad

Bayangkan… Rasulullah ﷺ menatapmu.

Dengan cinta yang melebihi cinta siapa pun.

Tatapan yang tak menghakimi, hanya memeluk.

Sholawatmu… adalah panggilan rindu yang tak pernah sia-sia.


Allahumma salli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad


Aku merayu-Mu

Tangan ini gemetar, bukan karena lelah… 

tapi karena rindu yang tak bisa kutahan. 

Aku merayu-Mu, di antara butir-butir dzikir yang kusematkan dalam diam.