Sholawat yang Menyentuh Langit

Allahumma sholli ‘ala Sayyidinaa Muhammad,  

di setiap hembusan napas yang tak sempat kusebut,  

di antara malam yang sunyi dan hati yang rindu.  


Wa ‘ala aali Sayyidinaa Muhammad,  

kepada keluarga yang Engkau muliakan,  

yang menjadi cahaya di tengah gelap zaman.  


Fil awaliina wal aakhiriin

di awal penciptaan,  

di akhir perjalanan,  

di setiap detik yang Engkau izinkan aku hidup.  


Wafil mala’il a’la ila yaumiddiin

di langit tertinggi,  

di antara malaikat yang bertasbih,  

hingga hari di mana semua rahasia dibuka,  

dan cinta yang tulus tak lagi tersembunyi.  


Aku bershalawat bukan karena aku layak,  

tapi karena aku rindu,  

karena aku ingin dekat,  

karena aku tahu,  

di antara segala yang fana,  

ada satu nama yang Engkau jaga dengan cinta.  


Ya Rasulullah ﷺ,  

jadikan aku bagian dari umatmu yang Engkau kenali,  

meski aku datang dengan air mata,  

dan doa yang belum fasih.  


Ya Allah,  

terimalah sholawat ini sebagai bukti cinta,  

sebagai harapan,  

sebagai jalan pulang.


Dzikir di Ujung Malam

Alhamdulillahi robbil 'alamin

aku bersyukur, bukan karena segalanya mudah,  

tapi karena dalam gelap pun,  

ada cahaya yang tak pernah padam.  


Alhamdulillahi 'ala kulli haal

dalam tawa yang lirih,  

dalam tangis yang tak sempat dijelaskan,  

dalam diam yang hanya Engkau pahami.  


Aku duduk di antara sajadah dan langit,  

membawa luka yang telah kupeluk,  

dan harapan yang tak pernah lelah mengetuk pintu-Mu.  


Malam ini, aku tidak meminta dunia,  

aku hanya ingin Engkau tetap dekat,  

menyentuh hatiku dengan kelembutan-Mu,  

menguatkan langkahku dengan ridha-Mu.  


Inna haza larizquna ma lahu min nafad 

Engkau beri tanpa batas,  

bahkan saat aku hanya mampu membawa air mata.  

Rezeki-Mu bukan hanya harta,  

tapi juga ketenangan,  

kesabaran,  

dan cinta yang tak pernah meninggalkan.  


Jumat pun datang seperti pelukan dari langit,  

mengusap lelah yang tak terlihat,  

menguatkan hati yang terus bertahan.  

Dan aku tahu,  

di antara bintang dan bisikan doa,  

Engkau mendengarku.


Ya Hanan, Ya Manan

Aku datang dengan hati yang lelah tapi penuh harap.  

Lembutkanlah hidupku dengan kasih-Mu yang tak bersyarat,  

dan cukupkanlah aku dengan pemberian-Mu yang tak pernah habis.


Jika ada pintu yang tertutup, bukakanlah.  

Jika ada jalan yang gelap, terangilah.  

Jika ada beban yang berat, ringankanlah dengan cinta-Mu.


Aku tak tahu dari mana datangnya pertolongan,  

tapi aku tahu, Engkau Maha Memberi sebelum aku sempat meminta.


Ya Hanan, peluklah hatiku.  

Ya Manan, limpahkanlah rezeki yang halal dan berkah.  

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.




Wa rozaqtahu min haytsu la yahtasib

Aku tak tahu dari mana datangnya, 

hanya tahu bahwa langit tak pernah lupa. 

Wa rozaqtahu min haytsu la yahtasib  

Rezeki itu bukan hanya angka, 

tapi pelukan saat rapuh,  

Doa yang tiba-tiba terjawab, 

dan pintu yang terbuka saat aku bahkan tak mengetuknya


Allahumma ya Fattah iftah li abwaba rizqika wa fadhlika

Ya Fattah, Bukakanlah  

Di malam yang sunyi,  

saat dunia terlelap dan langit bersujud,  

aku mengetuk pintu-Mu,  

dengan tasbeh putih di jemari yang gemetar.


Ya Fattah, wahai Pembuka segala yang tersembunyi,  

bukakanlah untukku  

pintu-pintu rezeki yang penuh berkah,  

pintu-pintu karunia yang tak terhitung,  

pintu-pintu ketenangan yang tak bisa dibeli.


Biarlah cahaya-Mu menyusup ke ruang hatiku,  

mengisi celah-celah luka dengan harapan,  

mengganti kekurangan dengan cukup,  

mengganti kehilangan dengan pelukan dari langit


Allahumma ya Fattah iftah li abwaba rizqika wa fadhlika