Hujan Di Awal Pekan

Senin pagi, langit menunduk pelan,

Menumpahkan rindu lewat gerimis yang sopan.

Bumi beraroma doa dan harapan,

Seolah berkata, *“Tenanglah, semua akan berjalan.”*


Tetes-tetesnya jatuh seperti nasehat,

Bahwa tak semua langkah harus cepat.

Kadang jeda adalah bagian dari kuat,

Dan diam justru tempat doa paling hangat.


Hujan turun, tapi hati tak redup,

Justru makin jernih seperti air yang mengalir lembut.

Hari baru dimulai, meski langit tak biru,

Ada rahmat Allah di setiap sendu.



Balasan yang Tak Pernah Salah Alamat

Di sepertiga malam, 

saat dunia tertidur dalam pelupaannya, 

ada tangan-tangan yang terangkat, 

bukan untuk meminta dunia, 

tapi untuk menitipkan lelah yang tak terlihat.


kau yang memberi, 

tanpa panggung, tanpa sorotan, 

kau yang menahan tangis saat kebaikanmu dibalas sunyi

Allah melihatmu.


Hal jazā`ul-ihsāni illal-ihsān 

 Tak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan pula. 

Dan kebaikan dari-Nya… 

selalu datang tepat waktu, 

meski bukan waktu yang kau harapkan.


Mungkin bukan hari ini. 

Mungkin bukan dari orang yang kau bantu. 

Tapi dari langit, 

dalam bentuk ketenangan, 

dalam bentuk pelukan tak kasat mata, 

dalam bentuk kekuatan untuk terus berjalan.


Teruslah menjadi cahaya, 

meski tak semua mata bisa melihatmu bersinar. 

Karena Allah… tak pernah salah alamat dalam membalas ihsan.


Jangan Biarkan Hatiku Pergi

Di sepertiga malam, 

aku tak minta dunia, aku cuma takut… 

takut hatiku berpaling setelah Kau beri petunjuk.


Rabbana… 

 Jangan biarkan aku kembali gelap, 

setelah Kau nyalakan cahaya di dalamku.


La tuzigh qulubana

jangan biarkan hatiku miring, 

meski dunia terus menggoda arah.


Wahab lana milladunka rahmatan

beri aku rahmat, 

yang tak datang dari manusia, 

tapi langsung dari sisi-Mu.


Innaka antal Wahhab

Engkau Maha Pemberi, 

dan aku… hanya seorang peminta yang tak tahu jalan

tanpa cahaya dari-Mu.


“Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wa wahab lana milladunka rahmatan, innaka antal Wahhab”


SERTIFIKAT LCP #41

Alhamdulillah 

Meski belum jadi juara, saya tetap bersyukur bisa ikut berpartisipasi dalam Lomba Cipta Puisi Nasional 41 📖


Bagi saya, menulis bukan sekadar mengejar juara,

tetapi tentang keberanian menuangkan rasa,

dan berbagi kisah melalui kata.


Kemenangan sejati adalah ketika hati tetap tenang,

dan semangat untuk berkarya tak pernah hilang 🤍


#LombaPuisiNasional #PuisiHati #MenulisDenganHati #TetapBerkarya


“Rezeki yang Tak Pernah Usai”

(QS. Shad: 54)

“Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.” (QS. Shad: 54)

 

Di antara sepi yang belum sempat bicara, 

aku duduk, menghadap langit yang masih biru muda. 

“Inna haadza larisqunaa…” 

bisikku, pelan, seperti doa yang malu-malu.

Ini rezeki dari-Mu, ya Rabb, 

yang tak pernah habis, tak pernah lelah datang. 

Bukan hanya dalam bentuk rupiah, 

tapi dalam napas, dalam sabar, dalam pelukan pagi.

Aku tak meminta banyak, 

hanya cukup untuk hidup dengan hati yang lapang. 

Untuk mencintai tanpa takut kekurangan, 

untuk memberi tanpa takut kehilangan.

Dan Subuh pun menjadi saksi, 

bahwa aku percaya pada janji-Mu yang tak pernah usai. 

Maa lahu min nafadin

tak akan habis, tak akan hilang.