MEMBENCIMU... AKU TAK MAMPU

 

Bagaimana aku bisa membencimu

Dalam tulisan kali inipun, dengan atau tanpa adanya aku dipikiranmu

Aku masih memikirkanmu

Bagaimana dulu kita berusaha untuk selalu bersama dalam keadaan apapun

Eratnya gandengan tanganmu yang selalu menguatkanku

 

Sehingga tak pernah aku bayangkan

Kamu yang tidak bisa seharipun tanpa aku,

Tega meninggalkan tanpa pesan, pergi masih berpamitan

dan pulang sudah berstatus suami orang

 

Aku bahagia bila melihat lelakiku bahagia

Mungkin aku memang tak pantas berada disisinya

Sehingga dia lebih memilih perempuan pilihan orangtuanya

Dan dengan penuh kesadaran diri, aku melepasnya

 

Semenjak kepergianmu, hatiku kosong tanpa tujuan

Aku harus melalui fase-fase sulit sendirian

Semua hal yang kutemui selalu mengingatkan

Ragamu sudah tak kutemui, namun kenangan bersamamu masih mendegupkan