Bagaimana aku bisa membencimu
Dalam tulisan kali inipun, dengan atau tanpa adanya aku dipikiranmu
Aku masih memikirkanmu
Bagaimana dulu kita berusaha untuk selalu bersama dalam keadaan apapun
Eratnya gandengan tanganmu yang selalu menguatkanku
Sehingga tak pernah aku bayangkan
Kamu yang tidak bisa seharipun tanpa aku,
Tega meninggalkan tanpa pesan, pergi masih berpamitan
dan pulang sudah berstatus suami orang
Aku bahagia bila melihat lelakiku bahagia
Mungkin aku memang tak pantas berada disisinya
Sehingga dia lebih memilih perempuan pilihan orangtuanya
Dan dengan penuh kesadaran diri, aku melepasnya
Semenjak kepergianmu, hatiku kosong tanpa tujuan
Aku harus melalui fase-fase sulit sendirian
Semua hal yang kutemui selalu mengingatkan
Ragamu sudah tak kutemui, namun kenangan bersamamu masih mendegupkan
