Bismillahirrahmanirrahim.
Beberapa hari ini tubuhku sedang beristirahat.
Saluran pipisku terluka.
Efek obat membuatku lebih banyak tidur.
Namun Alhamdulillah, aku masih Allah kuatkan untuk menjalani Puasa Daud.
Di sela-sela rasa sakit itu, ada satu urusan besar yang juga sedang berjalan.
Sidang perceraianku.
Tanggal 2 Juli, sidang berlangsung dengan baik.
Kini aku hanya menunggu keputusan pada tanggal 8 Juli.
Aku sudah menyerahkannya kepada Allah.
Aku tidak datang untuk memperpanjang luka.
Aku juga tidak datang untuk menuntut ini dan itu.
Yang kuinginkan hanyalah kejelasan status agar aku bisa melanjutkan hidup dan mengurus kebutuhan yang memang harus kuselesaikan.
Tentang masa lalu...
Biarlah Allah yang menjadi sebaik-baik Hakim.
Aku memilih melangkah ke depan.
Namun rupanya, setelah satu ujian berlalu, Allah kembali menghadirkan ujian yang lain.
Bulekku yang selama ini membantuku memutuskan berhenti bekerja karena ingin mencoba peruntungan di pabrik.
Aku ikut mendoakan semoga Allah memberikan yang terbaik untuknya.
Walaupun, jujur saja, aku kembali harus memulai dari awal.
Mencari orang baru.
Belajar lagi.
Menyesuaikan lagi.
Di tengah kondisi tubuh yang belum sepenuhnya pulih.
Kadang aku bertanya dalam hati,
"Ya Allah... hari ini aku masih mampu berusaha seperti ini. Bagaimana kalau suatu hari nanti aku benar-benar tidak mampu?"
Pertanyaan itu datang.
Lalu aku terdiam.
Karena aku sadar...
Bukankah selama ini Allah selalu menunjukkan bahwa pertolongan-Nya tidak pernah habis?
Orang yang datang mungkin berganti.
Yang membantu mungkin berbeda.
Tetapi Allah tetap sama.
Dialah yang tidak pernah meninggalkanku.
Aku juga teringat perjalanan hidupku.
Aku belajar menjalani kehidupan dengan keadaan yang Allah tetapkan.
Mungkin itulah sebabnya aku sering berdoa,
Allahumma Sugih.
Bukan karena ingin hidup bermewah-mewahan.
Tetapi karena aku ingin memiliki kemampuan untuk tetap berdiri.
Untuk menggaji orang yang membantuku.
Untuk menghidupkan yayasan.
Untuk bersedekah.
Untuk terus menulis.
Dan untuk tidak menjadi beban bagi siapa pun.
Aku percaya...
Allah mengetahui isi hati yang tidak selalu mampu kuucapkan.
Hari ini aku kembali belajar.
Kekuatan bukan berarti tidak pernah lelah.
Kekuatan adalah tetap percaya kepada Allah, bahkan ketika tubuh sedang sakit dan jalan di depan belum terlihat jelas.
SING TENANG.
🤲 Allahumma Sugih.
💰 Allahumma Duit Okeh.
🌿 Allahumma Sehat.
✨ Aghnini bifadlika amman siwak.
#LangitDiDada
