“Memberi arti pada
sebuah perpisahan’’
Alhamdulillah.. atas ijin Alloh, puisiku terpilih menjadi JUARA 1 dalam LOMBA MENULIS PUISI TINGKAT NASIONAL 2021 yang di selenggarakan oleh Puisea dengan tema PERPISAHAN
“Memberi arti pada
sebuah perpisahan’’
Alhamdulillah.. atas ijin Alloh, puisiku terpilih menjadi JUARA 1 dalam LOMBA MENULIS PUISI TINGKAT NASIONAL 2021 yang di selenggarakan oleh Puisea dengan tema PERPISAHAN
Pagi yang selalu kunanti
Ku awali dengan menyebut Asma Alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang
Memulai hari melangkah dengan pasti
Hangatnya mentari memberi semangat setiap insani
Pagi yang selalu menakjubkan
Dari udaranya yang segar, aku belajar tentang kesabaran
Kita adalah luka yang belum tersembuhkan
Kita masih butuh jeda untuk saling berinstropeksi diri
Menikmati sarapan dengan sebait puisi
Masih banyak hal yang ingin kutuliskan
Ingin ku ungkapkan rasa dalam kata
Tentang kita yang dipisahkan oleh keadaan
Secangkir kopi menemani pagi
Menghirup sinar matahari
Segala hal tentangmu, membuatku kian mencandu
Semakin liar dalam ruang imajiku
Bahwa aku sangat merindukanmu
Bagaimana aku bisa membencimu
Dalam tulisan kali inipun, dengan atau tanpa adanya aku dipikiranmu
Aku masih memikirkanmu
Bagaimana dulu kita berusaha untuk selalu bersama dalam keadaan apapun
Eratnya gandengan tanganmu yang selalu menguatkanku
Sehingga tak pernah aku bayangkan
Kamu yang tidak bisa seharipun tanpa aku,
Tega meninggalkan tanpa pesan, pergi masih berpamitan
dan pulang sudah berstatus suami orang
Aku bahagia bila melihat lelakiku bahagia
Mungkin aku memang tak pantas berada disisinya
Sehingga dia lebih memilih perempuan pilihan orangtuanya
Dan dengan penuh kesadaran diri, aku melepasnya
Semenjak kepergianmu, hatiku kosong tanpa tujuan
Aku harus melalui fase-fase sulit sendirian
Semua hal yang kutemui selalu mengingatkan
Ragamu sudah tak kutemui, namun kenangan bersamamu masih mendegupkan
Apa yang
melatarbelakangi saya mengikuti lomba cerpen dengan tema wanita hebat Indonesia
1. Naskah
cerpen ini saya dedikasikan untuk almarhumah ibunda tercinta sebagai salah satu
dari jutaan wanita hebat Indonesia,
2.
Naskah ini juga sebagai referensi saya menuangkan ide yang sudah saya tulis
sedikit demi sedikit, saya satukan menjadi satu naskah cerpen ini.
3.
saya salah satu perempuan disabilitas Indonesia, semoga dengan keikutsertaan
saya dalam lomba ini, bias menginspirasi atau memotivasi teman-teman para
perempuan disabilitas untuk terus berkarya walau dalam keterbatasan fisik.
Hambatan
yang di temui dalam menulis, bagaimana tips merubah hambatan jadi dorongan
menyelesaikan tulisan?
Menghadapi
berbagai kendala yang ada selama menulis memang harus menjadi perhatian,
apalagi sebagai penulis pemula seperti saya,sangatlah wajar. mood dalam menulis
salah satu kendala, selain itu kurang focus dan malas dalam menulis.
Maka
dari itu untuk mengatasi kendala atau hambatan dalam menulis seorang penulis
pemula, yang pertama harus ada Niat. Tanamkan dalam hati, harus bisa
menyelesaikan naskah ini. Selanjutnya harus focus atau konsentrasi, dan
konsisten.
Penulis
pemula biasanya juga masih bingung dalam mencari idea tau gagasan yang akan di
tulis menjadi sebuah naskah, untuk mengatasi hal tersebut, begitu ad aide
langsung di tulis, di kumpulin setiap ide-ide yang di temukan. Setelah ada
waktu, di baca semua ide nya, di perbaiki, di teruskan sampai menjadi satu
naskah buku atau naskah cerita. Jadi mengalir saja ketemu idea tau gagasannya.
Penulis
pemula juga harus sering membaca buku-buku apapun, yang menjadikan diri
terinspirasi dan termotivasi menjadi seorang penulis yang berkualitas.
Dampak
yang dirasakan setelah menuangkan setelah menuangkan ide dan mengembangkannya
melalui sebuah karya?
Alhamdulillah,
sangat senang, lega, karena wadah seperti inilah yang saya nanti2kan, begitu
melihat pengumuman ada lomba cerpen dengan tema “Perempuan Hebat Indonesia”
langsung excited banget, cerita yang aku tulis sedikit demi sedikit, aku
kumpulin, aku jadikan satu, di perbaiki, di lanjutkan dan akhirnya jadilah satu
naskah cerpen yang langsung aku kirimkan ke panitia.
Kalau
menang itu bonus dari Alloh, dan kalau tidak menjadi juara pun naskah cerpen
akan dibukukan. Itu yang membuat aku sangat bersemangat dalam mengikuti lomba
menulis cerpen ini.