17 Ramadhan cahaya malam turunnya Alquran
MALAM NUZULUL QURAN
17 Ramadhan cahaya malam turunnya Alquran
PERCIKAN API PERPISAHAN
Awal perjalanan cinta dua sejoli
Mengarungi hidup bersama dalam ikatan suci
Bahagia rasa dalam dada
Sehari bak ratu dan raja
Kehidupan kita semakin bahagia
Kehadiran bayi mungil buah cinta kita
Aku makmum yang menjalankan perintah agama
Sebagai ibu rumah tangga nan bahagia
Seiring waktu, bermunculan sifat aslinya
Semakin hari semakin nyata
Lelaki yang aku cinta tak seperti pertama jumpa
Sejak saat iitu percik api pertengkaran mulai ada
Rumah tangga sudah tak sehat lagi
Terlontar kata talak dari mulut suami
Kubertahan walau hati terus di tusuk duri
Hingga akhirnya aku memiliih untuk pergi
TUAN.. AKU LELAH
Penat membebani badan
Semua luka, hantaman,
cobaan tak bosan menghapiri
datang silih berganti
Walau di paksa kuat oleh
keadaan
Dan terus berpura-pura kokoh
yang membuat hati kian cedera
Haii Tuan…
Bolehkah aku pinjam
pundakmu
Tuk senderkan isi kepala
yang riuh
Gemuruhnya menghantam dari
segala sisi, serasa ingin membelah
Biar berjatuhan seluruh
tekanan di tumpukan gelisah
Terkadang.. ingin menyerah
di tengah bait-bait takdir
Entah sudah berapa alenia
goresan tinta aksara
Sudah berapa putaran jarum
jam yang tak pernah lelah terus berputar
Sudah berapa kali layar
monitorku mati karena kehabisan tenaganya
Dan.. apakah aku harus
seperti jarum jam yang terus berputar hingga mati sendiri
Atau aku harus seperti
layar monitorku yang sudah kehabisan daya namun terus di paksa, di jejali dengan
bermacam-macam file-file kehidupan setiap waktunya.
Tuan…
Aku lelah

