JEJAK LANGKAH RELAWAN
PESAN CINTA DI MALAM NIFSU SYA'BAN
AKU DAN WAKTUMU
Aku dan waktumu, dua jiwa yang berbeda
Bertemu dalam kesempatan, yang tidak terduga
Aku yang selalu menunggu, waktumu yang selalu berlalu
Tapi dalam pertemuan kita, aku merasa waktu berhenti
Waktumu yang cepat berlari, aku yang ingin mengejar
Tapi aku sadar, waktu tidak bisa dikejar
Aku hanya bisa menikmati, setiap detik yang kita miliki
Dan berharap, waktumu bisa menjadi milikku
Tapi aku tahu, waktumu tidak bisa dimiliki
Aku hanya bisa menikmati, setiap saat yang kita bagi
Dan berharap, kenangan kita, bisa menjadi abadi
JANGAN JADI ILALANG
Jika tak mampu menjadi padi,
yang merunduk dalam rendah hati,
janganlah jadi ilalang tinggi,
yang sombong namun tak berarti.
Bila tak sanggup memberi terang,
seperti mentari yang cemerlang,
cukup jangan menebar bayang,
yang mengaburkan arah dan pandang.
Jika belum mampu jadi manfaat,
setulus embun yang turun hangat,
cukup berusahalah, sepenuh niat,
untuk tak jadi beban atau mudarat.
Karena hidup bukan soal jadi besar,
tapi bagaimana kita tak menyebar gusar.
Tak perlu jadi cahaya terang,
asal tak menambah gelap yang datang
Bolehkah Aku Meminta Waktumu Sebentar?
Tak banyak, hanya sekejap dalam genggaman hari
Aku tahu dunia menuntutmu berlari
Tapi aku di sini, merindukanmu tanpa henti
Langit malam kerap jadi teman bicara
Menanyakan kabarmu yang kian jauh
Aku tak ingin mengganggu langkahmu yang berharga
Namun, tidakkah ada celah di sela lelahmu?
Aku rindu percakapan tanpa batas waktu
Tawa sederhana, tatapan yang dulu hangat
Kini, aku hanya tamu dalam sibukmu
Menunggu sisa detik yang mungkin tersisa
Jika memang tak bisa lama, tak apa
Hanya sebentar, biarkan aku ada
Karena bagiku, satu menit bersamamu
Lebih berharga dari seharian tanpamu.
.png)
.png)

