AKU DAN KURSI RODA

Melaju bersama dalam sunyi,

menyusuri jalanan kehidupan,

dengan luka, dengan harapan.


Bukan sayap yang kupunya,

tapi roda yang setia menemani,

membawaku melewati badai,

mengajakku menari di bawah mentari.


Kadang, dunia menatap iba,

seakan aku hanyalah bayang,

tapi tak mereka tahu,

aku adalah cahaya di jalanku sendiri.


Bukan keterbatasan yang mengikatku,

melainkan mimpiku yang membebaskan,

aku dan kursi rodaku,

bukan kisah sedih—tapi kisah perjuangan.


Biarkan roda ini terus berputar,

mengukir jejak, menembus batas,

karena aku tak diam dalam duka,

aku melaju, meraih bahagia.



KATA-KATA HARI INI



Di tengah kesibukan yang tak berkesudahan,
Kamu tetap menjadi prioritas hatiku.

DI SELA KESIBUKAN KITA



Di antara detik yang terus berputar,  

Langkah kita berbeda sementara  

bukan karena saling menjauh 

tapi karena impian yang harus dijaga.  


Kau sibuk di duniamu, aku di duniaku,  

jarang bersua, sekadar sapa pun kadang berlalu,  

namun di tiap hembusan lelah yang menyapa,  

aku tahu, ada cinta yang tetap setia.  


Meski raga tak selalu berjumpa,  

doa-doa kita bertemu di langit yang sama,  

sebab jarak bukan tentang seberapa jauh,  

tapi tentang hati yang tetap utuh.  


Terimakasih atas waktumu untukku

Dalam riuhnya kesibukanmu

Bersama dalam hembusan nafas kita  

Menumpahkan rindu yang menggumpal di dada  


✨💖  


BAYANGAN





Setiap kali aku mencoba sibuk, bayangannya tetap muncul. Kayak ada kekosongan yang nggak bisa diisi dengan apapun, dan aku cuma bisa berharap waktu bisa cepat berlalu. Mungkin dia nggak tahu, tapi setiap detik tanpa dia itu terasa panjang banget.

KEKURANGAN

 Jangan kejar kesempurnaan,

sebab ia sering bersembunyi di balik topeng kepalsuan,

menjanjikan kilau… tapi tak memberi damai.


Lihatlah sejenak ke dalam kekurangan,

di sanalah hati belajar rendah hati,

jiwa tumbuh dengan tulus,

dan cinta hadir tanpa syarat.


Kesempurnaan itu fana,

tapi kekurangan yang diterima dengan ikhlas,

menjadi indah yang abadi.


Karena bukan sempurna yang membuatmu berharga,

melainkan caramu menerima diri apa adanya.

Di situlah keindahan sejati bernama… manusia.