LANGIT DI DADA

Aku tidak berjalan seperti mereka,

tidak pula melangkah dengan bebas ke mana saja.

Tapi aku punya dunia,

yang tak terlihat mata,

yang tumbuh diam-diam di dada—

namanya harapan, bentuknya langit.


Langit itu luas,

seperti sabar yang terus aku peluk,

seperti rindu yang tak pernah aku tolak,

seperti mimpi yang kutenun dari titik-titik nyeri

menjadi cahaya kecil yang tak pernah padam.


Aku pernah terjatuh di sunyi,

di tempat di mana suara tak menyapa

dan dunia seperti lupa.

Tapi langit di dadaku tak pernah pergi,

ia tinggal, ia menunggu,

ia menjadi saksi bahwa aku tetap hidup.


Tangan ini menari di atas layar,

bukan untuk mengeluh—

melainkan untuk berkarya.

Kursi ini tak mengurungku,

ia malah jadi perahu,

mengantar aku ke tepian mimpi yang kupahat sendiri.


Aku bersyukur.

Untuk mereka yang hadir saat gelap,

untuk secangkir semangat dari sahabat,

untuk peluk yang tak selalu berbentuk tangan,

tapi selalu sampai ke hati.


Dan aku bermimpi.

Bukan untuk jadi besar,

tapi untuk terus berarti.

Untuk jadi suara dalam senyap,

untuk jadi bukti bahwa cinta dan tekad

bisa membuat langit bersinar

meski ia tumbuh

di dada seorang manusia yang hanya bisa diam

namun tak pernah menyerah


ALLOH MERANCANGNYA (dengan cinta)

Alloh merancangnya,

dengan cinta yang tak selalu terlihat mata,

bukan sekadar apa yang kau pinta,

tapi apa yang paling kau butuh di dunia.


Jangan benci jalan yang Ia pilihkan,

meski kadang pedih, tak kau mengerti tujuan.

Sebab di balik musibah, ada balasan,

di balik sakit, tersimpan ampunan.


Setiap kehilangan bukan akhir,

karena pengganti akan datang, meski tak selalu serupa wujud dan takdir.

Dan sabarmu...

tak pernah sia-sia di sisi-Nya yang Maha Mengerti rasa.


Kebaikan itu sering terlambat datang,

bukan karena Ia lupa,

tapi karena hatimu perlu siap menerimanya

dengan prasangka baik pada-Nya.


MASIH ADA HARAPAN

Walau langkah terasa berat,

dan napas tertahan oleh lelah yang pekat,

ingatlah, hidup tak selamanya mendung,

akan ada cahaya yang datang, meski perlahan merayap.


Kesulitan bukan akhir,

ia hanya jeda sebelum takdir yang lebih indah hadir.

Dalam setiap luka, ada ruang untuk sembuh,

dalam setiap jatuh, ada alasan untuk bangkit penuh.


Jangan menyerah,

karena selama matahari masih setia terbit di ufuk timur,

harapan pun tak akan pernah pergi,

ia menunggu... dalam sabar yang tak bertepi.



ISI HATI

 


Bismillah...

Ini langkah kecil menuju mimpi besar.

Aku tidak sendiri, Allah bersamaku.

Aku berhak bertumbuh, berhak mencoba, berhak belajar.

Tak perlu sempurna, cukup berani satu langkah lebih maju hari ini.

Apa pun hasilnya nanti, aku sudah menang — karena aku tidak menyerah

SETIAP TANGAN YANG MENENGADAH


Setiap tangan yang menengadah ke langit,

bukan sekadar meminta, tapi berserah pada yang Maha Mendengar.

Dalam sunyi, doa meluncur tanpa suara,

namun langit menyambutnya dengan cinta yang luar biasa.


Tak satu pun harap melayang sia-sia,

meski jawabannya mungkin datang dalam bentuk yang tak disangka.

Air mata yang jatuh bersama rindu,

kan tumbuh jadi bahagia dalam waktu yang tak pernah keliru.


Sungguh, tangan yang menengadah tak akan pulang dengan hampa,

karena Allah tak pernah meninggalkan hamba yang percaya.

Teruslah berharap, teruslah percaya,

sebab langit selalu terbuka untuk jiwa yang berserah penuh cinta