SELAMAT DATANG JUNI

Selamat datang, Juni yang manis,

Langkahmu lembut, membawa kisah baru yang realistis.

Setelah hujan di bulan lalu reda,

Kini harapan tumbuh, menjulang ke udara.


Juni, engkau bagai senyum pagi,

Hangat menyentuh hati yang sempat letih berdiri.

Bersamamu, kami belajar lagi,

Tentang sabar, syukur, dan berani menapaki.


Mentari lebih lama bersinar,

Langit cerah, semangat pun mengalir deras tak gentar.

Bulan keenam—tanda pertengahan jalan,

Tapi langkah kami tak akan perlahan.


Juni, tuntun kami dalam doa-doa,

Dalam usaha yang tak pernah sia-sia.

Biar sedikit, asal terus melaju,

Menuju kebaikan, menuju restu.


Selamat datang, Juni penuh harapan,

Mari menulis cerita yang penuh kebaikan.

Dengan cinta, doa, dan hati yang bersih,

Insyaa Alloh, segalanya terasa lebih indah dan berseri. 




AKU DAN JALANKU

Aku,  

penulis yang merangkai harapan dalam kata,  

relawan yang menebar kasih pada mereka yang butuh pelukan dunia,  

affiliate yang membangun langkah dengan usaha dan kreativitas,  

dan pencinta yang tak pernah ragu.  


Di antara langkah-langkahku,  

ada jejak doa yang kutitipkan,  

ada hati yang ingin memberi,  

ada impian yang kian tumbuh,  

dan ada dirimu, yang tak pernah luput dari ingatan


BUKAN CINTA MANUSIA BIASA

 Ini bukan sekadar rindu yang menepi  

Bukan hati yang mengemis temu  

Ini cinta yang tak terikat waktu  

Mengalir dalam doa, bertaut di langit biru  


Tak hanya lirih dalam senandung  

Tak hanya terucap dalam syair  

Ia menelusup ke dasar jiwa  

Menjadi cahaya yang tak pernah berakhir


Cinta ini suci, tak mengenal batas  

Mengalun bagai irama

Menghidupi arti yang lebih luas  

Bukan cinta manusia biasa




DALAM RENGKUH KEKURANGAN

Tak perlu mengejar sempurna,  

Sebab cahaya tak selalu datang dari bintang.  

Kadang ia lahir dari retakan,  

Mengalir lembut di sela-sela luka.  


Ada indah dalam yang tak utuh,  

Serupa daun yang berlubang diterpa angin,  

Tetap berbisik pada langit,  

Tentang hidup yang tak harus tanpa cela.  


Jangan takut pada goresan waktu,  

Di sanalah kisah bertumbuh.  

Biarkan kekurangan merangkul,  

Sebab dalam rengkuhannya, keindahan menemukan ruangnya








CAHAYA DALAM GELAP

Jangan bersinar di tempat yang terang,  

di sana, gemerlap sudah berlimpah,  

mata yang memandang tak akan bertanya,  

siapa kau, cahaya kecil yang bercahaya?  


Namun di gelap, meski redup sinarmu,  

kau adalah harapan yang tak tergantikan,  

seberkas lembut, secercah tenang,  

keindahanmu hadir dalam kesunyian.  


Tak perlu menjadi bintang di langit yang ramai,  

cukup jadi lentera di malam yang sepi,  

sebab dalam gulita yang menelan dunia,  

cahayamu adalah arti,  

adalah keindahan,  

adalah hidup bagi yang mencari.