SERTIFIKAT LOMBA CERPEN NASIONAL "MAS TON"


Alhamdulillah…

Sertifikatnya sudah keluar 

Setelah lama vakum mengikuti lomba, akhirnya Allah izinkan aku untuk kembali melangkah di ajang menulis ini.

Perjalanan sederhana, tapi penuh makna bagiku.


Cerita ini lahir dari kisah yang pernah singgah di hidupku—

meninggalkan jejak yang cukup dalam.

Ada rasa yang dulu sempat membuat jatuh, ada luka yang pernah membekas…

namun kini semuanya sudah berubah menjadi cerita.

Cerita yang selesai, tapi tetap kusimpan sebagai bagian dari perjalanan menjadi diriku hari ini.




Baru sadar

Baru sadar ternyata, 

kita akan merasa baik-baik saja

kalau kita sibuk



Saat Aku Belajar Mencintai Diri


Aku terlalu sering menyalahkan diri,

Pada luka yang tak sempat aku hindari,

Menyebut diri ini lemah dan tak berarti,

Hingga lupa… cara membahagiakan diri sendiri.


Malam-malamku penuh suara yang berisik,

Tentang “aku yang kurang” dan “aku yang gagal”,

Aku menelan semua tanpa sempat menjerit,

Seolah air mata pun tak layak ku kenal.


Hari ini aku lelah memusuhi diriku,

Lelah berpura-pura semua baik-baik saja,

Aku ingin memeluk semua rapuh dalam kalbu,

Meski tangan ini gemetar menerimanya.


Perlahan aku belajar menyebut namaku dengan lembut,

Tanpa benci, tanpa kata yang melukai,

Jika dunia tak pernah benar-benar memelukku,

Setidaknya… aku tak lagi meninggalkan diri sendiri.

Quote Islami


Jika harus iri, 

irilah kepada kematian yang indah, 

bukan iri

pada kehidupan yang megah.

LCPN 2026 - EVENT MENULIS NASIONAL


Alhamdulillah, dengan penuh syukur hari ini saya telah mengirimkan satu karya puisi untuk mengikuti Lomba Menulis Puisi 2026

Mengikuti ajang seperti ini menjadi ruang belajar sekaligus cara saya merawat rasa melalui tulisan.


Semoga  mendatangkan keberkahan, pengalaman, dan ilmu baru.

Terima kasih kepada semua yang selalu memberi dukungan tanpa henti.


— Langit Didada